JUMLAH PENGUNGSI SURIAH MELEBIHI SETENGAH JUTA

    New York, 28 Muharram 1434/12 Desember 2012. (MINA) – Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UN High Commissioner for Refugees / UNHCR) mengumumkan lebih dari 500.000 pengungsi Suriah yang terdaftar atau sedang menunggu pendaftaran di negara-negara tetangga dan Afrika Utara saat ini melebihi 3.000 orang per hari. 

    “Menurut angka UNHCR terbaru dari Libanon, Jordania, Irak, Turki dan Afrika Utara, 509.559 warga Suriah sudah terdaftar atau dalam proses pendaftaran,” kata juru bicara utama Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Melissa Fleming pada konferensi pers di Jenewa Selasa (11/12), yang dipantau Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA).

    Fleming mengatakan 425.160 warga Suriah telah terdaftar dan 84.399 lainnya sedang dalam proses. Sampai Senin, 12 Desember, angka-angka paling akhir dari pengungsi Suriah terdaftar atau mereka menunggu pendaftaran di masing-masing negara ialah, Lebanon sejumlah 154.387 orang, Jordan (142.664), Turki (136.319), Irak (64.449), dan Afrika Utara (11.740).
    Sejak aksi kekerasan terkait perlawanan terhadap Presiden Basharal al-Ashad mulai 21 bulan lalu, sedikitnya 20.000 warga sipil tewas. Selain meningkatnya jumlah pengungsi, lebih dari 2,5 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, terlebih saat musim dingin segera tiba.
    Pada jumpa pers itu, Fleming mengatakan sejak awal November, jumlah pengungsi terdaftar di seluruh wilayah meningkat sekitar 3.200 per hari, termasuk pendatang baru dari Suriah dan mereka yang sudah berada di negara-negara suaka untuk beberapa waktu.
    “Jumlah mereka yang berjuang untuk hidup dan yang akhirnya maju untuk mendaftar diperkirakan akan meningkat karena konflik yang masih berlanjut di Suriah, sumber daya yang habis serta masyarakat dan keluarga tidak bisa lagi mendukung mereka,” kata Fleming.
    Sebanyak 1.000 pengungsi Suriah telah menyeberang selama dua malam terakhir ke Jordan dengan pakaian basah dan sepatu berlumpur karena hujan deras. Mereka tiba dalam cuaca yang buruk baru-baru ini.
    UNHCR dan mitra-mitranya telah menyambut 2.500 pengungsi Suriah di kamp Za’atri, Jordania utara, dalam sepekan terakhir dengan menyediakan selimut, alas tidur, makanan, dan dokter yang bersiaga.
    Sebagai bagian dari upaya untuk membantu menangani pengungsi selama musim dingin, UNHCR dan mitra kemanusiaan telah mendistribusikan sekitar 62.000 selimut sampai saat ini.
    Selain mereka yang terdaftar atau menunggu pendaftaran, tercatat sebagian besar dari negara-negara tetangga dan Afrika Utara juga mendapati sejumlah besar pengungsi Suriah belum mendapat bantuan.
    Jordania dan Lebanon memperkirakan 100.000 orang pengungsi Suriah belum terdaftar, sementara Mesir dan Turki memperkirakan ada lebih dari 70.000 pengungsi di luar kamp yang tidak terdaftar.
    “Ini tidak mudah, mengingat luasnya penyebaran para pengungsi Suriah di beberapa daerah, di Lebanon, misalnya, mereka tersebar di sekitar 500 kota, beberapa dari mereka cukup jauh,” kata Juru bicara UNHCR itu.
Ia menambahkan, bertentangan dengan persepsi publik, hanya sekitar 40 persen dari pengungsi Suriah yang terdaftar di seluruh wilayah benar-benar tinggal di kamp-kamp pengungsian – mayoritas tinggal di luar kamp, sebagian di perumahan sewa, dengan keluarga angkat, atau lainnya.
    Di Libanon dan Afrika Utara tidak ada kamp, pengungsi Suriah tinggal di perkotaan dan pedesaan, di Jordania hanya 24 persen tinggal di kamp-kamp. Di Irak, setengahnya berada di kamp-kamp dan di Turki, 100 persen berada di kamp-kamp yang dikelola pemerintah. Saat ini ada 14 kamp di Turki, tiga di Irak dan tiga di Jordania.(T.R10/R03/R05).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply