KARZAI: PERCOBAAN PEMBUNUHAN TERHADAP KEPALA INTELIJEN AFGHANISTAN “BERASAL DARI PAKISTAN”

        Jakarta, 25 Muharram 1434/ 9 Desember 2012 (MINA) – Presiden Afghanistan Hamid Karzai, mengatakan percobaan pembunuhan terhadap Kepala intelijen Afghanistan “berasal dari Pakistan”, demikian menurut laporan Aljazeera yang diterima Mi’raj News Agency (MINA) disini, Minggu.

       Berbicara di ibukota Afghanistan, Kabul Sabtu, Karzai mengatakan meskipun Taliban mengaku bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan terhadap Asadullah Khalid, Kepala Direktorat Keamanan Nasional, tapi serangan berasal dari Quetta.

     “Tentu saja kami akan meminta klarifikasi dari Pakistan karena kita tahu bahwa orang tersebut yang mengaku sebagai tamu untuk menemui  Asadullah Khalid, datang dari Pakistan. Kita tahu itu fakta”, katanya.

      Karzai tidak secara langsung menuduh keterlibatan tetangganya di selatan, tapi ia akan menuntut klarifikasi dari Islamabad.

       Dia mengatakan serangan dengan menggunakan sebuah peledak yang disembunyikan dalam pakaian dalam pembom, di luar kemampuanTaliban. “Nampaknya Taliban hanya mengklaim bertanggung jawab seperti serangan lain,” kata Karzai.

      “Tapi serangan rumit dan bom disembunyi di dalam tubuhnya itu bukan pekerjaan Taliban … itu merupakan pekerjaan  profesional. Taliban tidak bisa melakukan hal itu dan ada campur tangan orang profesional yang terlibat di dalamnya.”

       Karzai mengatakan masalah ini akan dibahas minggu depan dengan pejabat Pakistan dalam pertemuan antara para menteri luar negeri Afghanistan, Pakistan dan Turki di Ankara.

       Untuk pihaknya, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan: “sebelum mengemukakan tuduhan, Pemerintah Afghanistan akan lebih baik jika mereka berbagi informasi atau bukti bukti yang mungkin mereka miliki dengan Pemerintah Pakistan menyangkut serangan pengecut terhadap [Khalid]”.

      Khalid, yang telah ditunjuk sebagai kepala baru badan intelijen  negara Asia Tengah itu pada bulan September meskipun adanya tuduhan penyiksaan dan perdagangan narkoba, berada di sebuah rumah tamu di Kabul ketika seorang pembom bunuh diri yang menyamar sebagai utusan perdamaian membuatnya terluka.

      Sebelum perannya sebagai kepala intelijen, Khalid telah menjabat sebagai menteri urusan kesukuan dan perbatasan dan gubernur Provinsi Kandahar selatan selama tiga tahun mulai tahun 2005. (T/R-012/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply