KEMLU AKAN GELAR “BANDUNG SPIRIT FOR PALESTINE”

       Jakarta, 9 Safar 1434/22 Desember 2012 (MINA) – Kementrian Luar Negeri (Kemlu) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar kegiatan edukasi publik yang bertajuk “Bandung Spirit for Palestine” di Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA), Bandung.

 

      Situs resmi Kementerian Luar Negeri, yang dipantau Miraj News Agency (MINA), menginformasikan bahwa acara penghujung tahun 2012 itu dilaksanakan pada 26, 27 dan 31 Desember dengan agenda acara yang cukup padat.

 

      Mengawali kegiatan pada Rabu (26/12) di Ruang Audovisual Museum KAA, “Culture Festive: Arabian Day” akan hadirkan seni budaya Timur Tengah dan The Beauty of Hijab Workshop yang disusul dengan acara bedah buku “Israel dan Praktik Zionisme” karya R. Garaudy.

 

      Kepala Museum KAA Thomas Siregar, Kamis mengatakan, “Informasi yang berimbang tentang Timur Tengah diharapkan dapat menjawab segala rasa ingin tahu kita selama ini, khususnya di kalangan generasi muda.”

 

      Acara Kamis (27/12) adalah pemutaran film kolosal berlatar Timur Tengah “Kingdom of Heaven” yang dilanjutkan kupas tuntas film oleh Alfitri Adlin dan Tobing, Jr. dalam diskusi yang dimoderasi Adew Habtsa.

 

     “Pemutaran film ini diharapkan jadi sarana ampuh guna komunikasikan ‘Bandung Spirit for Palestine’ kepada publik,” kata Thomas.

 

      Pada puncaknya, Senin (31/12) di Ruang Pamer Tetap Museum KAA, digelar talkshow “Bandung Spirit: Dulu, Kini & Masa Depan” yang menghadirkan nara sumber Direktur Timur Tengah Kemlu, Budhyana Kartawidjaja, Dina Y. Sulaeman (Pengamat Hubungan Intrernasional dan Kajian Timur Tengah), Hendrajit (Direktur Eksekutif Global Future Institute) dan Teuku Reza (Dosen Universitas Padjajaran) sebagai moderator.

 

      Di hari akhir 2012 ini juga dibuka resmi pameran foto oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Khusus pameran foto ini akan dibuka hingga akhir Januari 2013, terbuka untuk umum.

 

      Tiga hari acara yang semuanya dimulai pada pukul 13.00 WIB itu akan diakhiri dengan  layanan khas “Night at the Museum” di malam tahun baru. Sejak pukul 19.00 – 00.59 WIB masyarakat dapat menikmati sensasi suasana kunjungan di malam hari.

     

      Dilengkapi berbagai pertunjukan barnapas kebangsaan berupa seni akustik, angklung hingga teatrikal dan stand aneka kuliner yang akan memanjakan pengunjung.

 

      Thomas juga mengingatkan bahwa “Bandung Spirit for Palestine” merupakan dukungan negara-negara Asia Afrika yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Asia Afrika terhadap kemerdekaan Palestina sejak KAA 1955 . Komunike Akhir KAA 1955 dengan tegas nyatakan dan rumuskan bentuk dukungan politik terhadap upaya tercapainya perdamaian di Timur Tengah (Palestina).

 

      Wujud dukungan ini terus berlanjut di masa-masa setelahnya. Berbagai bentuk penggalangan dukungan untuk Palestina telah dilakukan Indonesia mulai dari pengiriman Kontingen I Garuda di Perang Arab-Israel (1959), KTT Gerakan Nonblok, NAASP (New Asian-African Strategic Partnership) hingga forum-forum internasional lainnya. Berbasis pada Politik Luar Negeri Bebas Aktif, Indonesia secara konsisten mengawal dukungan perjuangan rakyat Palestina.

 

      “Bandung Spirit for Palestine tidak saja bersumber pada Komunike Akhir KAA 1955 namun juga menjadi amanat luhur Pancasila dan UUD 1945. Selain itu di awal kelahirannya, kemerdekaan Indonesia memperoleh pengakuan de jure dari negara-negara Timur Tengah yang tergabung dalam Liga Arab,” tambah  Thomas. (T/R-011/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply