KH. Solahudin Wahid: Perjuangan Palestina Harus Terus Berlanjut

Solahudin        Jakarta, 1 Shafar 1434/14 Desember 2012 (MINA) – Perjuangan Bangsa Palestina untuk memerdekakan diri sebagai suatu bangsa dan negara harus terus dilanjutkan, walaupun Sekutu Israel seperti Amerika dan sebagian besar negara Barat menentangnya dan mendukung Israel, kata KH Solehudin Wahid yang juga sering dipanggil Gus Solah .

        Gus Solah saat diwawancarai wartawan Mi’raj News Agency (MINA) seusai acara Bedah Buku Pendidikan Indonesia Darurat di Jakarta, Kamis mengatakan “walaupun status Palestina di PBB meningkat dari sebelumnya, jika Dewan Keamanan PBB dikuasai Amerika dan sekutu-sekutu Israil lainnya, secara diplomatik peluang Palestina untuk segera merdeka terasa masih berat.”

         “Walau demikian kita harus tetap optimis dan perjuangan harus dilanjutkan,” ujar adik kandung almarhum Gus Dur tersebut.

        Gus Solah menilai pentingnya Rekonsiliasi kelompok-kelompok tokoh politik dan pejuang di Palestina yang saat ini justru sebagian masih saling berseturu karena berbeda pendirian.

         Menurutnya permasalahan internal Palestina harus diselesaikan oleh bangsa Palestina sendiri dan  jika tetap tidak bersatu akan menguntungkan Israel.

        Upaya upaya rekonsiliasi antar faksi faksi  pejuang kemerdekaan bangsa Palestina ini sekarang sudah dimulai sejak tercapainya kesepakatan persatuan nasional beberapa bulan yang lalu antara kedua faksi terbesar Palestina yakni Fatah dan Hamas melaui pertemuan yang diprakarsai Mesir antara para peminpin Fatah dan Hamas.

Rekayasa yang tidak suka Islam

        Ketika ditanya tentang banyaknya tudingan bahwa pesantren sebagai sarang teroris, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng ini menganggap itu hanya omong kosong belaka. 

       “Itu tidak benar, itu hanya rekayasa mereka yang tidak suka pada Islam,” tegas Gus Soleh.

        Lebih lanjut ia mengharapkan semua pihak bisa menahan diri dan tidak gegabah mengeneralisir semua pesantren tempat pengkaderan teroris.

        “Faktanya hanya beberapa gelintir saja dari mereka alumnus pesantren yang terlibat terorisme, jadi tidak pada tempatnya tudingan-tudingan tersebut diarahkan ke pesantren, ”  ujarnya. (L/R-016/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply