KHALED MESHAL:SEMUA FAKSI HARUS BERSATU DEMI PEMBEBASAN PALESTINA

      Gaza, 26 Muharram 1434/ 9 Desember 2012 (MINA) – “Tidak mungkin satu golongan sanggup menangani permasalahan Palestina, oleh karena itu Hamas, Fatah dan faksi lainnya wajib bersatu,” kata Pemimpin Hamas, Khaled Meshal dalam acara jamuan makan di Gaza, Ahad (9/12).

      Meshal menyerukan kepada Hamas dan Fatah agar saling memaafkan semua kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu. “Hamas tidak bisa hidup tanpa Fatah dan faksi lainnya, begitu pula Fatah yang tidak bisa hidup tanpa Hamas,” ungkap Meshal.

       Niat baik Meshal untuk menyatukan semua faksi di Palestina diamini oleh Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya.

     “Sebesar apapun perbedaan pada  kita, baik itu  prinsip, politik, gerakan, atau apapun itu, tidak pantas bagi kita sesama Muslim untuk saling bermusuhan, sebaliknya kita harus tetap menjaga (satu sama lain),” ungkap Haniya sebagaimana dilaporkan Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) M Husein dari Gaza, Ahad malam.

      Sebelumnya dikabarkan, Fatah ikut menghadiri perayaan Hari Jadi Hamas yang ke-25 Sabtu(8/12) kemarin di Gaza. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal proses rekonsiliasi antara kedua partai yang berkuasa di Palestina itu.

     Meshal, dalam jamuan tersebut, menyayangkan ketidak hadiran Pimpinan Jihad Islam, Ramadhan Shalah karena alasan keamanan. Shalah tidak bisa mengikuti Meshal masuk ke Gaza karena Israel telah mengancam akan memutuskan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas dan akan membunuhnya jika benar-benar masuk ke Gaza.

      Langkah rekonsiliasi ini sepertinya akan menghadapi jalan terjal dengan Israel mengancam akan menggagalkan rekonsiliasi Hamas-Fatah tersebut.

      Israel melalui perdana menterinya, Benjamin Netanyahu mengancam akan menutup semua akses dari Gaza ke Tepi Barat.

      Rekonsiliasi Hamas-Fatah ini menjadi sesuatu yang paling ditakutkan oleh Israel terlebih setelah Presiden Palestina Mahmud Abbas berhasil memenangkan perjuangan Palestina di Majelis Umum PBB dalam peningkatan status Palestina dari badan peninjau menjadi negara peninjau non-anggota PBB. (L/R-007/R-006).

Leave a Reply