KHALED MESHAL : SUDAH SAATNYA PALESTINA BERDIRI SEBAGAI NEGARA UTUH

HUT Hamas ke 25       Gaza, 25 Muharram 1434/ 8 Desember 2012 (MINA) – Pimpinan Hamas, Khaled Meshal, dalam pidatonya pada acara perayaan Hari Jadi Hamas ke-25, mengatakan “sudah saatnya Palestina berdiri sebagai sebuah negara yang utuh dan tidak ada negara Israel di dalamnya.”

       Meshal yang baru pertama kali kembali memasuki Gaza setelah 45 tahun hidup di pengasingan, dalam acara yang dihadiri ratusan ribu warga Gaza tersebut, menyatakan warga Palestina tidak mengakui Israel dan akan mengusir Israel dari tanah yang mereka duduki, demikian menurut laporan Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) M. Husein dari Gaza, Sabtu (8/12).

    Meshal menyebutkan Palestina adalah negara yang utuh bukan seperti sekarang yang terpecah di Gaza dan Tepi Barat setelah Israel merebut tanah Palestina yang lain.

      Ia mengatakan Hebron, Tel Aviv dan kota lain yang diduduki Israel harus direbut kembali dan dibebaskan dari penjajahan Israel.

      Meshal mengingatkan, para pejuang kemerdekaan Palestina tidak bertempur dengan Yahudi karena ke-Yahudi-annya, tapi karena mereka telah menjajah Palestina.

       Dalam hal ini, Meshal berterima kasih kepada Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds serta seluruh faksi di Palestina yang berjuang melawan penjajah Israel.

       Meshal juga tidak menginginkan warga Palestina terpecah. “Warga Palestina adalah faksi terbesar,” ungkapnya.

Rekonsiliasi Hamas - Fatah       Kehadiran para pejabat dan pejuang Fatah pada perayaan tersebut, diharapkan rekonsiliasi internal Palestina bisa berlangsung cepat demi tercapainya sebuah negara Palestina merdeka.

      Mengenai  keberhasilan langkah Presiden Palestina Mahmud Abbas meningkatkan status Palestina dari Badan Peninjau menjadi Negara Peninjau Non-Anngota di PBB, Meshal menilai langkah tersebut sangat bagus dan harus bisa dilanjutkan sampai Palestina merdeka.

       Meski saat ini menurut Meshal, Palestina harus merdeka terlebih dahulu sebelum membicarakan sebuah negara.

      Meshal juga menginginkan negara neara Arab bersatu dalam membantu Palestina mewujudkan sebuah negara merdeka.

      “Meski kami tidak bergantung pada Qatar, Suriah, Mesir  ataupun Turki, tapi kami selalu bersama mereka dan sangat menghargai bantuan mereka,” ungkap Meshal dalam pidatonya. (L/R-007/R-006).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply