LIMA PENGUNGSI MUSLIM ROHINGYA DITEMBAK DI SITTWE (AKYAB), MYANMAR

       Jakarta, 18 Muharram 1434/02 Desember 2012 (MINA) – Polisi menembak lima pengungsi Muslim Rohingya di Kamp Pengungsi Thay-Chaung Sabtu (01/12) pukul 16:20 malam waktu setempat.

       Pengungsi tersebut telah mengungsi di Kamp Pengungsi Thay-Chaung sejak pembersihan etnis yang disponsori pemerintah Myanmar yang dimulai pada bulan Juni 2012 lalu.

       “Polisi, semuanya tiba-tiba dan tanpa memberitahu terlebih dahulu, datang ke Kamp Pengungsi Thay-Chaung dan mulai memaksa pengungsi Muslim Rohingya untuk berpindah tempat ke Kamp Say Thar Ma (Sandama) yang terletak di Daerah terpencil, terisolasi dan sepi.

      Di daerah itu, sangat sulit untuk mendapatkan akses air bersih, makanan dan fasilitas kesehatan serta alat transportasi yang sangat buruk,” Kata seorang ketua Muslim Rohingya dari Sittwe.

       Saat para pengungsi tersebut menolak untuk berpindah tempat karena khawatir dengan situasi buruk di tempat yang baru, terjadi  argumen dan perselisihan yang memanas antara Polisi dan para pengungsi.

      Polisi tanpa ragu-ragu melepaskan tembakan kepada para pengungsi, demikian laporan dari seorang warga Rohingya di Maungdaw Selatan bernama A. Alam, dikutip sumber Rohingya Blogger yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Ahad siang (02/12) waktu Jakarta.

         Dalam penyerangan tersebut, sedikitnya Lima warga Muslim Rohingya  mengalami luka berat. Salah seorang dari lima korban luka berat bernama Shafi Rahman bin Khala Meah (28 tahun) dari Kawasan Narzi Blok 3 saat ini  berada dalam kondisi kritis berjuang untuk hidup di Rumah Sakit Umum Negara dimana serpihan peluru menusuk di dalam dadanya.

Empat warga Muslim Rohingya  lainnya yang terluka adalah:

1.     Ziabul Haque bin Hamid Hussein (25 tahun) dari Kawasan Narzi Blok 1;

2.     Mawnura Begum binti Mohammed Rafique (23 tahun) dari Kawasan Narzi Blok 3;

3.     Salim bin Bodi Rahman (22 tahun) dari Kawasan Narzi Blok 4; dan

4.     Anwar Begum binti Ahmed Hussein (20 tahun) dari Kawasan Narzi Blok 11.

 

       Di tempat lain di wilayah Arakan, “Hla Maung  Rahmatullah bin Fawzil, seorang tokoh Rohingya dari Desa Khadir Bil  (Nyaung Chaung) dari Maung Daw, meninggal dibunuh oleh ekstrimis Buddha Rakhine NaTaLa dari wilayah yang dekat dari desa itu.

 

     Rahmatullah adalah kepala dari 100 keluarga dan staf  unit Pemadam Kebakaran  di Maung Daw. Selain itu, ia juga bekerja sebagai penjaga keamanan di taman besar yang dimiliki oleh hakim Maung Daw. “Tubuhnya dipotong menjadi lima potong, ” kata Rahim seorang warga Muslim Rohingya  dari Maung Daw.

 

      Selain itu, Rahim juga melaporkan bahwa ketua desa ini beserta tiga rekannya dijatuhi hukuman 10 tahun penjar. Mereka ditangkap pada 1 Juli 2012 karena tidak menyerahkan sekitar 100 warga Muslim Rohingya , dari desa itu, yang akan dibunuh oleh pemerintah Myanmar.

 

        Jadi, mereka telah melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) terhadap warga Muslim Rohingya  dan etnis minoritas Muslim Kaman melalui berbagai cara.

     Terdapat 80.000 pengungsi Muslim Rohingya di Sittwe, ibukota Rakhine Myanmar . Hampir 40.000 pengungsi tinggal di dalam kamp-kamp pengungsian, sisanya tinggal di sekitar desa-desa lain yang tidak terbakar selama kekerasan bulan Juni lalu. Beberapa di antaranya tinggal bersama keluarga terdekat mereka. Ada juga yang tinggal di hampir 26.000 tenda yang sudah dibangun sendiri.

      Pada 24-25 November, semua tenda dihancurkan oleh pasukan rejim militer Myanmar, sehingga warga membutuhkan tempat tinggal yang mendesak. (T/R-022/R-006)

Leave a Reply