MARZUKI ALIE : MINA SATU-SATUNYA KANTOR BERITA DI INDONESIA YANG BERAZASKAN ISLAM

Marzuki      Jakarta 6 Shafar 1434/19 Desember 2012 (MINA) – Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan dalam Grand Launching kantor berita Mi’raj (MINA) Selasa, MINA merupakan satu-satunya kantor berita di Indonesia yang berazaskan Islam.

      Marzuki menjelaskan MINA diluncurkan dengan ideologi yang jelas dalam konteks “mengatakan kebenaran walaupun pahit,” karena menyampaikan kebenaran merupakan hal yang paling penting di dunia ini.

     “MINA menjadi sangat penting tidak hanya secara internasional dengan misinya mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaan dan membebaskan mesjid Al Aqsa dari cengkraman Zionis Yahudi, tapi juga di dalam negeri karena memihak kepada kebenaran demi memberikan informasi yang objektif kepada publik, dan jika MINA memerankan fungsinya dengan baik,” kata Marzuki.

     Marzuki mengapresiasi para pengelola dan pendiri MINA karena mencita-citakan keseimbangan dan kebenaran. “MINA harus berdiri sendiri tanpa ada keberpihakan pada suatu golongan,” katanya.

      Marzuki  Alie menegaskan dalam konteks apapun, MINA harus bisa menjaga keseimbangan informasi, di mana tidak memihak kepentingan pribadi maupun politik, juga menghibur yang dalam konteks Islam merupakan nasehat-nasehat menghibur.

      Saat ini, menurut Marzuki banyak media terbatasi oleh kepentingan pemiliknya, sehingga berbagai kepentingan masuk dalam media. Terlebih ketika pemiliknya aktif dalam bidang politik.  Kepentingan pribadi pun akan masuk dan bisa saling menjatuhkan satu sama lainnya.

      Menurut ketua DPR yang siap mengadopsi anak Komandan Panglima Brigade Al Qassam Palestina itu, MINA memiliki peran mengontrol berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang benar, dan mendidik sehingga mampu memberikan pendidikan yang baik kepada publik.

      Marzuki dalam sambutannya juga melaporkan pengalaman-pengalaman kunjungannya ke Gaza yang pada 2012 ini kondisi Gaza jauh lebih baik daripada pada tahun 2010 dimana blokade Israel di Gaza menyebabkan kondisi di sana seperti kota mati.  “Sekarang kehidupan sudah berjalan kembali meskipun Israel masih melakukan serangan-serangan di Gaza,” katanya.

      Marzuki Ali juga menyampaikan setelah blokade lalu, dia bersama beberapa pejabat pemerintahan termasuk wakil presiden Boediono mengumpulkan dana bantuan pribadi untuk Gaza.  Dana yang terkumpul tersebut mencapai 233.000 dollar AS dan diberikan langsung kepada Ismail Haniya di Gaza.

      Menutup sambutannya, Marzuki mengharapkan MINA mampu berperan dalam pembebasan Palestina, sehingga Palestina bisa mendapatkan status penuh sebagai negara anggota di PBB.

 (L/R-010/R-007/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply