MENLU INGGRIS KUTUK PEMUKIMAN ISRAEL

     Jerusalem, 16 Shafar 1434/28 Desember 2012 (WAFA/MINA) – Menteri luar negeri Inggris untuk timur tengah, Alistair Burt, mengutuk persetujuan tentang rencana pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem sejumlah 3150 unit di Hamatos Givaat dan 1.242 unit di Mordot Gilo Selatan, Ma’an melaporkan dalam situsnya yang diterima oleh Miraj News Agency.

     Berbicara pada 24 Desember yang membahas tentang Pemukiman Israel, dewan perencanaan pembangunan Israel akan mengeluarkan persetujuan untuk 1.242 unit pemukiman di Mordot Gilo selatan, dan membangun universitas Ariel sehingga ‘menciptakan’ universitas pertama dipermukiman ilegal di bawah hukum internasional, selanjutnya Burt mengatakan bahwa langkah-langkah diambil Israel itu menimbulkan keprihatinan mendalam di Inggris. 
     Pekan lalu menteri luar negeri William Hague membuat kecaman yang jelas atas kekecewaannya tentang persetujuan rencana membangun permukiman di Yerusalem Timur, Ramat Shlomo. Katanya, “Tindakan provokatif itu bertentangan dengan konvensi Jenewa keempat.”
     Burt menegaskan bahwa tindakan pemerintah Israel dapat merusak reputasi internasional Israel. Bahkan menurutnya, Inggris sangat kecewa dengan keputusan tentang meningkatnya pemukiman penduduk dan universitas Ariel di Jalur Hijau yang statusnya ilegal menurut hukum internasional.
     Menurut Burt, keputusan tentang keberadaan pemukiman penduduk Israel di wilayah Palestina akan menciptakan hambatan bagi perdamaian Internasional.
Inggris menegaskan kembali seruannya kepada Israel untuk membatalkan keputusannya, dan tidak mengambil langkah lebih lanjut untuk memperluas pemukiman penduduk Yahudi.
     “Ketika saya berbicara dengan Presiden Mahmoud Abbas pekan lalu saya menyatakan apresiasi kami untuk merespon pemerintah Palestina karena telah mengambil keputusan dalam menanggapi tentang pemukiman Israel,” Kata Burt.
     Burt meminta Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunjukkan kepemimpian yang kuat untuk mencapai kembali perundingan demi mencari solusi dua-negara secara adil dan permanen atas konflik ini.(T/R-015/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply