MER-C Lakukan Jihad Secara Profesional Membangun RS Indonesia di Gaza

       Jakarta, 6 Shafar 1434/19 Desember 2012 (MINA) – Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Pendiri dan Presidium MER-C mengatakan dalam seminar “Peran Media dalam Mendukung Perjuangan Palestina dan Grand Launching MINA (Mi’raj News Agency)” mengatakan, upaya MER-C membangun RS Indonesia di jalur Gaza merupakan bagian dari  jihad secra profesional.

     “Kami mengakui tidak mudah membangun RS Indonesia di Gaza. Selain membutuhkan kepercayaan dari pihak Palestina sendiri seperti Hamas dan juga rakyat setempat, terkadang juga harus mendapat cibiran dari pihak-pihak lain. Namun, kami akan terus berjuang hingga RS Indonesia ini selesai. Karena ini adalah bagian dari jihad,” katanya.

     Dokter spesialis bedah umum yang memilih menghabiskan sebagian hidupnya untuk membantu korban perang ini, mengatakan hari ini spirit pembelaan rakyat Indonesia untuk Palestina bukan lagi terjadi dikalangan elit, tapi sudah sampai ke desa-desa.

     “Ini adalah bukti bahwa rakyat Indonesia begitu mencintai saudara-saudaranya yang ada di Palestina. Rasa peduli terhadap Palestina ini tidak lagi hanya dating dari kalangan elit tapi juga rakyat kecil di desa-desa pun sudah merasa peduli dengan Palestina,” jelasnya.

     Pria yang kerap menjalankan misinya di luar negeri ini terkadang pernah turun ke desa-desa untuk mengambil langsung uang yang sudah terkumpul dari masyarakat Indonesia untuk dibawa langsung pada rakyat Palestina.

     “Mungkin uang yang dikumpulkan rakyat Indonesia tak seberapa nilainya. Tapi ruh perjuangan dan semangat untuk membantu saudaranya di Palestina itulah yang patut kita syukuri,” paparnya.  

     Siapa yang tak kenal Joserizal Jurnalis, namanya selalu muncul di antara orang orang pertama yang datang membantu ratusan korban perang baik dalam negeri seperti di Ambon beberapa tahun silam, di Philipina, Iraq dan juga Palestina.

     Kehadirannya tentu bukan untuk memanggul senapan atau pun senjata tajam. Namun yang menjadi senjata andalannya adalah jarum suntik dan obat-obatan serta bantuan medis lainnya. Dia selalu ditunggu oleh rakyat sipil maupun korban perang kapan dan dimana pun berada termasuk di Gaza saat ini.

        Menurut dokter spesialis bedah umum yang memilih menghabiskan sebagian hidupnya untuk membantu korban perang ini mengatakan pembangunan RS Indonesia di Gaza hingga hari ini masih terus berjalan meski dana yang terkumpul baru 26 milyar. “Kami tak pernah ragu sedikitpun untuk membangun RS Indonesia di Gaza walau mungkin dana yang ada belum mencukupi,” ujarnya. (T/R-008/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply