MINA Bukan Hanya Penting Bagi Dunia Internasional Tapi Juga Bagi Rakyat Indonesia

        Jakarta, 6 Safar 1434/18 Desember 2012 (MINA) – Ketua DPR  RI Dr. Marzuki Alie Selasa mengatakan peran MINA bukan hanya penting bagi dunia internasional tapi juga sangat penting bagi rakyat Indonesia.

       “Karena itu, dia mengharapkan MINA bisa menjadi acuan bagi publik Indonesia untuk bersikap benar dan jujur dalam setiap pemberitaannya,” katanya dalam acara  Grand Launching Kantor Berita Islam Miraj News Agency (MINA)  .

      “Saya berharap MINA dalam pemberitaannya senantiasa mengedepankan kejujuran dan kebenaran. Karena MINA akan menjadi acuan bagi seluruh publik Indonesia,” ungkapnya.

      Selain itu, dia juga menambahkan bahwa ada empat hal yang menjadi peran utama bagi media Islam. Antara lain; sebagai pelurus informasi, penghibur, pengontrol dan sebagai media pendidikan.

      Media sebagai pelurus informasi menurut pria asal Palembang itu adalah media Islam mampu meluruskan setiap pemberitaan yang menyudutkan Islam.

      “Jadi disini peran media Islam sangat strategis yakni sebagai pelurus informasi-informasi yang tidak benar,” paparnya.

       Dia juga mengatakan media seperti MINA harus mampu berperan sebagai pengontrol terhadap setiap kaidah-kaidah yang sepatutnya diluruskan.

       Terakhir dia mengatakan media tak kalah penting sebagai pendidik artinya media harus mampu mencerdaskan publik. “Sebagai pendidik artinya media Islam harus bisa menjadi tempat pembelajaran bagi khalayak,” jelasnya.

      Menurutnya, media-media di Indonesia akhir akhir ini terutama setelah era reformasi lebih liberal dari negara barat. Karena itu, kehadiran MINA sudah seharusnya menjadi media yang kelak bisa menjadi rujukan dalam keadilan, kebenaran bagi rakyat Indonesia.

      “Media-media yang ada di Indonesia ini kenyataanya sudah jauh lebih lebiral dari media di negara-negara barat. Karena itulah MINA harus mampu melahirkan berita-berita yang akurat, adil dan bisa menjadi acuan seluruh rakyat Indonesia dalam mengambil keputusan,” tegasnya.

      Sebelum mengakhiri pembicaraannya, pria yang pernah dua kali bertemu dengan Perdana Mentri Palestina Ismail Haniya itu mengharapkan MINA tidak hanya memuat masalah-masalah timur tengah saja tapi juga masalah-masalah dari dalam negeri baik itu masalah ekonomi, politik, sosial budaya dan lainnya.

      “Harapan saya, MINA tidak hanya bisa memberitakan permasalahan dunia Islam internasional saja tapi juga bisa mengangkat masalah-masalah yang terjadi dalam negeri seperti ekonomi, sosial, politik dan budaya,” urainya. (T/R-008/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply