Mursi dan Hamas Kunci Rekonsiliasi Palestina

       Jakarta, 24 Muharram 1434/7 Desember 2012 (MINA) – Presiden Mesir Muhammd Mursi dan Hamas merupakan kunci penting dalam mewujudkan rekonsiliasi berbagai paksi di Palestina khususnya antara

      Hamas dan Fatah. Hamas sangat tergantung kepada Mesir dan Mesir di bawah kekuasaan Mursi memberi dukungan penuh kepada Hamas, kata Wakil Ketua The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Smith Al Hadar dalam wawancara dengan wartawan Mi’raj News Agency (MINA), Jumat (7/12).

 

     Menurut Alhadar, Mesir saat ini mempunyai posisi yang kuat dari segi budaya sehingga mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap Hamas.

     “Jika Mursi bisa mempertahankan kekuasaan akan mempermudah proses rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah serta faksi-faksi lain di Palestina. Keterlibatan Arab Saudi sebagai negara Arab yang terkemuka di Timur Tengah juga sangat berperan besar terhadap terwujudnya rekonsiliasi di Palestina,” ujar Smith Al Hadar

       Sementara itu kunjungan Khaled Mashaal ke Gaza dalam rangka bertemu langung dengan peminpin Hamas di jalur Gaza, menurut Al Hadar merupakan langkah penting bagi kekuatan Hamas.

       Kunjungan Khaled Mashaal dalam rangka menandai ulang tahun Hamas ke-25 merupakan suntikan semangat bagi para pemimpin dan pejuang Palestina untuk melawan agresi Israel.

      Smith Al Hadar menambahkan adanya serangan Israel terhadap Gaza selama delapan hari dalam Nopember 2012, meningkatnya status Palestina di PBB, kebijakan Israel yang terus membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat bisa dijadikan pijakan untuk mendorong terwujudnya rekonsiliasi Palastina,

        Lebih lanjut Al Hadar menilai peluang untuk mempersatukan dua fraksi antara Hamas dan Fatah akan sulit terwujud jika perbedaan ideologi di antara mereka tetap dipertahankan tanpa ada usaha untuk menengahinya. Hal tersebut sangat mengancam terwujudnya Palestina yang utuh merdeka.

       “Jika Hamas dan Fatah tidak berdamai, maka strategi Hamas dalam menghadapi Israel akan mengalami kesia-sian dan sulit mewujudkan Palestina yang demokratis dan bersatu serta akan melemahkan semangat peruang Palestina dalam menghadapi Israel” ungkap Al Hadar.  (R-016/R-006)

Leave a Reply