MUSIM DINGIN TERBURUK DI RUSSIA, TIDAK ADA KORBAN WNI

     Jakarta, 15 Shafar 1434/28 Desember 2012 (MINA) – Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Russia saat ini berada dalam keadaan aman dan selamat di tengah musim dingin terburuk sepanjang 74 tahun terakhir di negara itu.
     “Tidak ada korban WNI, meskipun Russia mengalami musim dingin terburuk sepanjang 74 tahun terakhir,” kata Direktur Informasi dan Media (Infomed) Kementerian Luar Negeri, PLE Priatna kepada pers di Jakarta, Jum’at, segera setelah ia menerima pesan singkat dari Dubes RI untuk Russia, Djauhari Oratmangun.      

Menurut Priatna, dalam dua hari terakhir temperatur di Moskow mencapai minus 7 derajat Celcius, sedangkan temperatur rata-rata di Russia mencapai minus 20 derajat Celcius.
     Dalam kaitan ini, lanjutnya, Dubes Djauhari telah menegaskan bahwa pihak KBRI Moskow akan terus memonitor keadaan WNI di beberapa wilayah di Russia serta akan mengunjungi dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada mereka yang membutuhkan.
     “Dubes RI Moskow sendiri akan terbang ke beberapa tempat yang merupakan kantong-kantong WNI seperti Moskow, St. Petersburg, Ufa dan Belgorod untuk memastikan tidak adanya korban di kalangan WNI akibat cuaca ekstrim,” kata Priatna.
     Ia juga menjelaskan, sebanyak 492 WNI saat ini berada di Russia, 130 di antaranya adalah mahasiswa. KBRI Moskow berjanji akan terus melakukan monitoring terhadap WNI, khususnya mahasiswa RI yang tinggal jauh dari Moskow serta mengalami gangguan udara yang jauh lebih dingin.
     Pada musim dingin tahun ini cuaca dingin yang ekstrim di Russia telah memakan korban 90 orang meninggal dunia, 600 orang dirawat di rumah sakit, dan 1.300 orang lainnya masih dalam perawatan di berbagai rumah sakit di negara itu.
     “Korban akibat cuaca dingin terjadi di beberapa tempat seperti di Tuba yang mencapai minus 40 derajat”, kata Dubes RI Moskow dalam pesan singkat yang diterima Direktur Infomed Kemlu.
     Cuaca buruk telah terjadi selama sekitar dua minggu di seluruh Russia. Di daerah Siberia, suhu udara bahkan mencapai minus 30 sampai minus 50 derajat Celcius.
     Pemerintah Russia saat ini tengah melakukan evakuasi bagi warga yang mengalami masalah dengan alat pemanas sentral. Keadaan cuaca seperti ini merupakan yang terburuk di Russia sejak 1938. (L/R-002/R-003).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply