Negara-Negara Islam Harus Fahami Aspirasi Pemuda

         Kuala Lumpur, 4 Shafar  1434/ 16 Desember 2012 (MINA/BERNAMA) –  Negara-negara Islam harus memahami aspirasi pemuda yang kini menghadapi berbagai perubahan demografis dan teknologi sehingga mempengaruhi kehidupan mereka.

 

         “Dunia Islam sat ini sedang mengalami krisis pemuda,” kata  Perdana Menteri Malasyia Datuk Sri Najib Tun Razak sebagaimana dikutip Kantor Berita Malasyia Bernama (16/12).

                  Menurut Najib umat Islam menghadapi banyak tantangan dalam segi demografis dan teknologi. Hal ini terlihat dari rendahnya partisipasi para pemuda dalam perekonomian, reformasi politik dan ekonomi bangsa.

 

      “Banyak pemuda Muslim tidak mampu memanfaatkan peluang untuk kemajuan diri mereka sendiri dan tidak merasa bahwa mereka memiliki kendali atas hidup atau saham di masa depan negara mereka,” ujar Najib.

 

       Najib menekankan bahwa pemuda harus memiliki kebebasan dan cita-cita  untuk memperoleh  pendidikan yang layak, walaupun diakui banyak ditemukan pemuda yang belum  memiliki kulisifikasi yang sesuai dengan peluang yang tersedia. Mereka harus lebih banyak memfokuskan diri pada pelatihan kejuruan dan teknis.

 

      “ Kita harus membekali pemuda dengan kemandirian dan keterampilan agar bisa berpikir kritis dan mampu memperoleh akses informasi yang benar,” ungkap Najib. (T/R-016/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply