PALESTINA SESALKAN PEMBANGUNAN 3.000 PERMUKIMAN BARU YAHUDI

 

 

 

2012-12-02 | 01:09:04

        Washington DC, 17 Muharram 1434/1 Desember 2012 (Ma’an/MINA) – Utusan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organisation/PLO) Maen Areikat mengatakan, rencana Israel untuk membangun 3.000 unit permukiman baru di Tepi Barat mencerminkan “kurangnya reaksi” Amerika terhadap gerakan sepihak Israel.
        Areikat menyatakan sikap tegasnya itu, Jumat di Washington sebagai tanggapan atas pengumuman pejabat pemerintah Israel tentang rencana Israel membangun 3.000 unit permukiman Yahudi d i area yang  disebut E-1 di Tepi Barat, sehari setelah Palestina  memenangkan pemungutan suara di PBB sebagai negara peninjau non anggota yang ditentang AS dan Israel.
        Pengumuman itu “merupakan tantangan bagi mereka  yang melawan usaha  Palestina meningkatkan status di PBB,” kata Areikat dalam sebuah pernyataan.
        Dia menambahkan, “ini menunjukkan kurangnya reaksi Amerika Serikat dan masyarakat internasional atas pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap kesepakatan sebelumnya yang mendorong kita  mendapatkan status di PBB.”
        “Sangat penting bahwa dunia, khususnya Amerika Serikat untuk mengambil pendekatan berprinsip dan seimbang guna memaksa Israel mematuhi hukum internasional,” ujar Areikat.
        Di Washington, pihak Gedung Putih memberi pernyataan  tentang rencana permukiman baru Israel sebagai ekspansi “kontraproduktif” dan bisa menyebabkan upaya perdamaian Israel Palestina lebih sulit tercapai.
        “Kami percaya tindakan ini kontraproduktif dan membuat  lebih sulit untuk melanjutkan negosiasi langsung atau mencapai solusi dua negara,” kata Juru Bicara Gedung Putih Tommy Vietor. “Negosiasi langsung merupakan  tujuan kami dan kami mendorong semua pihak untuk mengambil langkah-langkah yang lebih mudah untuk dicapai.”
        Sebelumnya seorang pejabat Israel mengumumkan rencana untuk membangun ribuan rumah baru bagi pemukim di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, menentang suara PBB yang secara implisit mengakui status Palestina sebagai negara peninjau non anggota di sana.
        Pejabat yang tidak bersedia menyebutkan namanya itu mengatakan, pemerintah konservatif Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan izin bagi pembangunan 3.000 unit rumah di Tepi Barat tersebut. (T/R-10/R-002)

 

 

 

Leave a Reply