PELAJAR MALAYSIA TIMBA ILMU DI PESANTREN AL FATAH

Suasana Pansiba di Pesantren Al-Fatah Lampung

2012-12-02 | 16:26:49

     Jakarta, 18 Muharram1434/02 Desember 2012 (MINA) – Pasang surut hubungan Indonesia-Malaysia akhir-akhir ini tidak membuat puluhan pelajar Perkim (Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia) membatalkan rencananya untuk menimba ilmu ke pondok-pondok Pesantren Al Fatah Bogor dan Lampung pada 7-16 Desember 2012.
     Drs. Munawir, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan acara ini dimaksudkan agar para pelajar dari Malaysia bisa mengenal lebih dalam arti kehidupan pesantren yang sederhana serta penuh kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat secara Islami. “Oleh karena itu kegiatan ini bertema ‘Bersama Menggapai Mardhatillah,” katanya kepada Kantor Berita Mi’raj (MINA), di Jakarta, Minggu.
     Perkim bekerjasama dengan Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) akan mengirimkan 118 orang yang terdiri dari pelajar, dan sisanya mahasiswa serta guru-guru dalam program kunjungan belajar yang disebut ‘Kembara Santri’.
     “Pihak Malaysia dulu pernah mampir ke pesantren Al Fatah dan merasa tertarik untuk lebih mengenal kehidupan di Pesantren ini yang dilihatnya penuh kebersamaan, saling bersapa ketika bertemu, sederhana, dan apa adanya,” kata Munawir.
     Pendapat senada disampaikan Shobarudin, perwakilan Al Fatah di Malaysia, selaku koordinator Kembara Santri di Malasyia. “Program ini akan menjadi ajang silaturahmi dan pembelajaran bersama para santri Malaysia di Pesantren Al Fatah,” kata Shobaruddin saat dmintai komentarnya melalui telepon jarak jauh, Minggu.
     Sedangkan menurut ketua pelaksana Al Fatah Bogor, Syaiful Bachri, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembenahan pendidikan di Indonesia baik fisik maupun non-fisik yang pada sebagian hal masih jauh tertinggal dari negara tetangga, Malaysia.
     Para santri yang bertolak dari Malaysia akan langsung berangkat menuju pesantren Al Fatah, Natar, Lampung, begitu tiba di Jakarta pada 7 Desember 2012. Selama tujuh hari mereka akan di pesantren tersebut dan tiga hari terakhir pada kunjungan final, para santri yang terdiri atas 50 santri Imtiaz (Sekolah Menengah Pertama) dan 45 lainnya dari Perkim dan UIAM akan menghabiskan waktu di pesantren Al Fatah Cileungsi, Bogor.
     Kegiatan yang akan dilaksakan selama sepuluh hari itu berkisar pada belajar kitab-kitab Islam, bahasa Arab dan Inggris, tilawah, sharing bersama, outbond dan pelatihan pengembangan diri yang akan dibimbing langsung oleh pengajar-pengajar pesantren Al Fatah.
     Perkim mengenal pesantren Al Fatah ketika pertemuan konferensi internasional untuk pembebasan Al Quds dan Palestina yang berlangsung di Hotel Savooy   Homan Jalan Asia Afrika Bandung pada Juli lalu. Dari pertemuan itu, Perkim tertarik untuk melanjutkan silaturahmi dengan pesantren Al Fatah yang dibina oleh Imaam Jamaah Muslimin, Muhyidin Hamidy.
     Perkim merupakan salah satu organisasi keagamaan yang dipelopori oleh Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj pada 1990. Organisasi yang memiliki slogan “Islam itu Persaudaraan” ini bergerak pada penanganan dakwah untuk para mualaf serta pendidikan lainnya.
     Sedangkan UIAM adalah salah satu universitas di Malaysia. Universitas ini didirikan pada tahun 1983 oleh Kerajaan Malaysia dan pada permulaannya disponsori oleh delapan pemerintah negara yang tergabung di Organisasi Konferensi Islam.
     Pesantren Al Fatah sendiri didirikan pada 1980 dan telah memiliki jaringan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pesantren itu kini telah memiliki 23 pondok pesantren dengan total santri mencapai 30 ribu orang.
     Di samping itu, sebagai tuan rumah konferensi internasional pembebasan Al Quds dan Palestina, Al Fatah telah membina hubungan baik dengan sejumlah perguruan tinggi di Palestina, salah satunya Universitas Islam Gaza (UIG) dan LSM pendukung Palestina di negara-negara Timur Tengah lainnya. (R-010/R-02/R-007).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply