PELAJAR MUSLIM ADALAH KHALIFAH MASA DEPAN

Para pelajar Malaysia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jum’at (7/12).

        Jakarta, 23 Muharram 1434/7 Desember 2012 (MINA) – Penasehat Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (Perkim) Dr. Rahimah mengatakan, pelajar adalah generasi khalifah di muka bumi yang terutama harus menjaga amanat sebagai pemimpin masa depan.

        Dr. Rahimah saat tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Jumat siang kepada Mi’raj News Agency (MINA) mengemukakan, sejak lahir manusia diamanahkan untuk menjadi khalifah. Oleh karena itu dengan pembelajaran-pembelajaran manusia diharapkan bisa mengenali asasisiah (hakikat) keberadaan mereka di muka bumi.

        Sehubungan dengan itu Penasehat Perkim yang juga Penasehat  Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) tersebut berharap para pelajar Malaysia dapat memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk menimba ilmu, termasuk belajar tentang kepemimpinan selama mereka berada di Indonesia.

 

        Dr. Rahimah bersama 22 pelajar Malaysia tiba di Jakarta, Jumat siang, menyusul rombongan sebelumnya (73 orang) yang tiba Kamis malam. Mereka menyebut program kunjungannya ke Indonesia dengan sebutan “Kembara Santri.”  

        Selama berada di Indonesia rombongan pelajar dari negeri serantau itu mengunjungi Pesantren Al- Fatah di Lampung dan Bogor pada 7-16 Desember 2012. Mereka akan belajar bersama tentang kitab-kitab Islam, bahasa Arab dan bahasa Inggris, tilawah, dan belajar serta bertukar pengalaman di bidang pengembangan diri dan kepemimpinan serta outbond yang akan dibimbing langsung oleh pengajar-pengajar Pesantren Al-Fatah.

       Kedatangan para pelajar dari Malaysia yang kedua itu disambut langsung oleh Ketua Panitia Penerima Pelajar Malasyia, Yakhsyallah Mansur di bandara Soekarno Hatta.

       Setelah beristirahat sejanak, mereka selanjutnya berangkat langsung menuju Pesantren Al-Fatah Lampung dengan menaiki bus, ditemani Yaksyallah Mansur beserta beberapa staf pengajar Pesantren Al-Fatah. 

        Pada tujuh hari pertama mereka akan belajar di Pesantren Al-Fatah Lampung, dan tiga hari terakhir para pelajar yang terdiri dari 50 santri IMTIAZ (Sekolah Menengah Pertama) dan 46 orang lainnya dari Perkim dan UIAM tersebut akan menghabiskan waktu di Pesantren Al-Fatah Cileungsi Bogor.

        Menurut Dr. Rahimah, Perkim sendiri mengenal Pesantren Al Fatah saat berlangsungnya Konferensi Internasional bagi Pembebasan Al Quds dan Palestina di Bandung pada 6-7Juli 2012. Dari pertemuan itu Perkim tertarik untuk melanjutkan silaturahmi dengan pihak Pesantren Al-Fatah yang dibina oleh Imaam Jamaah Muslimin (Hizbullah) , Muhyiddin Hamidy.
        Perkim merupakan salah satu organisasi keagamaan yang keberadaannya dipelopori oleh Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj pada 1990. Organisasi yang memiliki slogan “Islam itu Persaudaraan” tersebut bergerak dalam bidang dakwah untuk para mualaf serta pada bidang pendidikan.
        Sementara itu UIAM adalah salah satu universitas terkemuka di Kuala Lumpur Malaysia. Universitas tersebut didirikan pada 1983 oleh Kerajaan Malaysia. Perguruan Tinggi itu pada permulaan berdirinya disponsori oleh delapan pemerintah negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam.
        Di pihak lain Pesantren Al-Fatah didirikan pada 1980. Saat ini pesantren tersebut telah memiliki jaringan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pesantren itu kini telah memiliki 23 pondok pesantren dengan total santri mencapai 30 ribu orang. 
        Pesantren Al-Fatah telah membina hubungan baik dengan sejumlah perguruan tinggi di Palestina. Salah satunya adalah dengan Universitas Islam Gaza (UIG). Selain itu pesantren tersebut membina hubungan baik dengan LSM pendukung Palestina di negara-negara Timur Tengah. (R-010/R-018/R-002).

Leave a Reply