PEMUNGUTAN SUARA TAHAP DUA SETUJUI KONSTITUSI MURSI

       Kairo, 10 Shafar 1434/24 Desember 2012 (MINA) – Ikhwanul Muslimin mengatakan setelah putaran kedua pemungutan suara yang berakhir pada Sabtu (22/12), hasil sementara menyebutkan 64 persen pemilih mendukung referendum konstitusi Presiden Mesir Muhammad Mursi.

 

      Pendukung Islam Presiden Mursi mengatakan konstitusi sangat penting bagi transisi menuju demokrasi, setelah hampir dua tahun rakyat memberontak dan berusaha menggulingkan diktator Husni Mubarak, demikian laporan Egypt Independent yang diterima Kantor Berita Mi’raj (MINA) pada Senin (24/12).

 

      Para pendukung Presiden Mursi juga meyakini konstitusi itu akan memberikan stabilitas yang diperlukan untuk membantu ekonomi Mesir yang rapuh.

 

       Kamp oposisi Mesir mengkonfirmasi hal tersebut dan menyatakan konstitusi yang disusun majelis-majelis Islam itu telah disetujui oleh mayoritas rakyat Mesir.

 

      Untuk pemungutan suara referendum konstitusi tahap kedua, seorang pejabat oposisi mengatakan kepada Reuters perhitungan sementara mereka menunjukkan “ya” untuk konstitusi.

 

     “Menurut perhitungan kami, hasil akhir dari babak kedua adalah 71 persen suara ‘ya’ dan hasil keseluruhan (dari dua putaran) adalah 63,8 persen,” kata seorang pejabat Ikhwanul, yang berada di ruang operasi pemantauan pemungutan suara.

 

     Komite Referendum menyatakan hasil pastinya belum dapat diumumkan secara resmi sampai Senin (24/12) setelah dengar banding dilakukan. Jika hasilnya sudah dikonfirmasi, pemilihan parlemen akan menyusul dalam waktu sekitar dua bulan.

 

      Namun pihak oposisi menuduh Mursi berpihak pada partai-partai Islam dalam isi referendum tersebut, sehingga terkesan mengabaikan hak-hak orang Kristen yang berjumlah sekitar 10 persen dari populasi Mesir.

 

      Ikhwanul Muslimin dan partai-partainya, serta anggota oposisi, memiliki perwakilan yang memantau tempat pemungutan dan penghitungan suara di seluruh negeri.

 

      Pihak oposisi mengatakan pemungutan suara di putaran kedua itu dirusak oleh pelanggaran-pelanggaran dan  mereka menyerukan untuk mengulanginya. Namun, seorang pejabat mengatakan suara keseluruhan tidak menyelisihi tahap kedua tersebut.

 

      Pemungutan suara Referendum tahap kedua dilakukan pada Sabtu (22/12) di wilayah Giza, Qena, Beheira, Beni Suef, Damietta, Ismailia, Kafr al-Sheikh, Matrouh, Monufiya, New Valley, Port Said, Qalyubiya, Laut Merah, Suez dan Luxor.(T/R-010/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply