GCTF SEPAKAT DIRIKAN PUSAT KEUNGGULAN INTERNASIONAL MELAWAN KEKERASAN EKSTRIMISME

Marty       Abu Dhabi, 2 Shafar 1434/15 Desember 2012 (MINA) –  Pertemuan Tingkat Menlu Komite Koordinasi Ketiga dari Global Counter-Terrorism Forum (GCTF) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (14/12) meluncurkan pendirian pusat keunggulan Internasional Melawan Kekerasan Ekstrimisme (International Center of Excellence on Countering Violent Extremism). 

       Pertemuan yang dihadiri Menlu RI Marty M. Natalegawa ini,  mengadopsi rancangan Rencana Aksi Perlindungan Korban Terorisme (Plan of Action on Victims of Terrorism) dan Praktek-Praktek Terbaik Pencegahan Tindak Penculikan untuk Mendapatkan Tebusan dan Penghindaran Keuntungan bagi Teroris (Good Practices on Preventing Kidnapping for Ransom and Denying the Benefits to Terrorist). 

      Institusi pusat keunggulan Internasional Melawan Kekerasan Ekstrimisme yang akan berkedudukan di Abu Dhabi itu merupakan wadah bagi pelatihan, dialog, kerja sama, dan pusat penelitian upaya melawan kekerasan ekstrimisme.

       Pertemuan  itu mengambil tema radikalisasi dan deradikalisasi bagi generasi muda. Kesinambungan dalam mensinergikan upaya penanggulangan terorisme yang dilakukan oleh GCTF dengan PBB dan organisasi regional lainnya menjadi salah satu kerangka bagi upaya penanggulangan terorisme global, kata Menlu Marty, demikian menurut keterangan pers Deplu yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu. 

       Menlu Marty  menambahkan, pengembangan kapasitas institusional juga diperlukan secara terus menerus, khususnya dengan menjalin kerja sama erat antara Pusat-Pusat pelatihan yang memiliki visi dan misi yang serupa dalam menanggulangi terorisme. 

      Dalam kaitan ini, Indonesia mengharapkan terjalinnya kerja sama antara Jakarta Center  for Law Enforcement Cooperation yang berlokasi di Semarang dengan International Center of Excellence on Countering Violent Extremism, tambah Menlu Marty. 

     GCTF merupakan forum konsultasi dan pelayanan untuk penguatan institusi penegakan hukum dan upaya melawan kekerasan ekstrimisme. Fokus forum tersebut adalah pada pengembangan kapasitas, kemauan politik dan jaringan praktisi terkait penanggulangan terorisme serta berbagi informamsi dan mengembangkan praktek-praktek terbaik  menangani terorisme. 

       Indonesia secara konsisten mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme dengan motivasi dan manifestasi apapun, serta menolak upaya pengaitan terorisme dengan ras, agama atau kelompok etnis tertentu serta bertekad memeranginya melalui penegakan hukum dan kerja sama internasional dengan mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya Piagam PBB, hukum humaniter internasional dan HAM. 

      Di sela-sela Pertemuan GCTF tersebut, Menlu Marty juga melakukan pembicaraan bilateral dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu guna membahas berbagai isu bilateral dan perkembangan di Suriah, dan dengan Menlu Persatuan Emirat Arab Sheikh Abdallah bin Zayed Al-Nahyan untuk membahas berbagai isu kawasan dan global serta peningkatan kerja sama bilateral. (T/R-010/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply