PRESIDEN IRAK DITERBANGKAN KE BERLIN KARENA STROKE

         Berlin, 8 Shafar 1434 / 21 Desember 2012 (Arab News/ MINA) – Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengatakan Presiden Irak, Jalal Talabani, telah tiba di Jerman untuk mendapatkan perawatan karena serangan stroke.

 

        Guido Westerwelle mengatakan Kamis bahwa Talabani akan menerima perawatan medis di Jerman tapi tidak memberitakan lebih spesifik. Kementerian Luar Negeri Jerman tidak akan menceritakan lebih jauh.

Westerwelle mengatakan, “Saya berharap agar dia bisa sembuh dengan cepat.”

 

       Presiden Talabani yang sekarang berusia 79 tahun tersebut dilarikan ke rumah sakit Baghdad Senin malam. Beberapa pejabat pemerintah mengatakan Talabani menderita stroke, meskipun dokter telah merilis beberapa rincian tentang keseriusan kondisinya.

 

      Talabani tampaknya merespon pengobatan dan menampakkan tanda-tanda pulih pada hari Rabu, para dokter dan pejabat lainnya mengatakan hal itu. Pengobatan yang dilakukan di Baghdad memberikan informasi mengenai kondisi Talabani yang sebenarnya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di Jerman. Tak ada penjelasan lebih lanjut mengenai keadaannya.

 

       Firyad Rawndouzi, seorang anggota senior partai Uni Patriotik Kurdistan, menuturkan bahwa Talabani pergi ke Berlin sekitar pukul 6 pagi dengan tim medis Jerman yang telah terbang di hari sebelumnya.

“Kondisi kesehatannya stabil dan jauh lebih baik. Saya tidak bisa mengomentari lebih rinci atas kondisinya karena hal ini diserahkan kepada tim medis,” katanya.

 

       Meskipun kekuatan politik Talabani terbatas, Talabani adalah pemimpin Kurdi senior dan telah menjadi simbol persatuan di Irak. Dia sering menggunakan posisinya untuk menengahi antara Sunni Irak, Syiah dan Kurdi, serta kelompok minoritas kecil.

 

       Talabani mengalami kelebihan berat badan dan telah melakukan prosedur medis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk operasi jantung pada tahun 2008 dan operasi penggantian lutut pada tahun ini. Dia sebelumnya telah menerima pengobatan di Jerman.

 

       Sebelum jatuh sakit, Talabani secara aktif terlibat dalam usaha untuk menengahi krisis antara Baghdad dan Kurdi, yang memiliki pejuang mereka sendiri dan otonomi yang cukup besar dalam kantong mereka di Irak utara. Kedua belah pihak bulan lalu memindahkan pasukan tambahan ke daerah-daerah yang disengketakan di  wilayah yang dikuasai Kurdi.

 

        Pekan lalu, Talabani menengahi kesepakatan yang menyerukan kedua belah pihak untuk menarik pasukan dari wilayah yang diperebutkan, meskipun tidak ada jadwal untuk seberapa cepat penarikan itu mungkin terjadi.

 

       Parlemen Irak memiliki kewenangan untuk memilih presiden baru jika pemerintahan Talabani kosong. Kurdi kemungkinan akan bersikeras mempertahankan kursi kepresidenan untuk mempertahankan keseimbangan pembagian kekuasaan pemerintah.(T/R-009/R-008/R006)

 

Mi’raj News Agency (MINA

Leave a Reply