QANDIL: KONSTITUSI BARU MESIR MENGUNTUNGKAN SEMUA RAKYAT

     Kairo, 14 Shafar 1434/27 Desember 2012 (MINA) – Perdana Menteri  Mesir Hisham Qandil mengucapkan selamat kepada rakyat Mesir atas hasil referendum konstitusi baru Mesir dengan menegaskan tidak ada pemenang atau pecundang dalam hasil referendum konstitusi baru itu.

     “Tidak ada pemenang atau pecundang dalam hasil referendum ini. Negara bukan medan pertempuran yang di dalamnya saling melawan satu sama lain sehingga kita bisa mengatakan ini tim yang menang dan ini tim yang kalah,” tegas Qandil dalam halaman resminya di sosial media yang berbahasa arab diterjemahkan pengurus Lembaga Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Kairo Harun AR dan diterima Mi’raj News Agency (MINA) Kamis (27/12).

    Qandil juga berharap seluruh rakyat Mesir dapat menerima hasil referendum konstitusi baru itu dimana pasal-pasal yang terkandung di dalamnya yang melindungi hak-hak publik dan kebebasan.

     “Konstitusi ini akan menjadi sebuah konstitusi bagi semua serta akan menguntungkan semua rakyat dengan pasal-pasal yang terkandung di dalamnya yang melindungi hak-hak publik dan kebebasan. Serta menetapkan aturan dan institusi negara untuk membangun masyarakat yang demokratis,” kata Qandil.

     Dia juga menghimbau seluruh rakyat Mesir bersama-sama memberikan kesempatan kepada Pemerintah Mesir untuk bangkit, memulihkan perekonomian dan keluar dari masa kelam untuk mewujudkan pembangunan, keadilan sosial yang diidamkan oleh semua orang.

     “Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Mesir dengan dimulainya kerja konstitusi guna menentukan masa depan Mesir setelah revolusi Januari. Ini merupakan salah satu tuntutan revolusi Januari yang mulia, yang dibangun di atas bahu semua kekuatan politik,” tambah Qandil.

    Senada dengan Qandil, Pemimpin Ikhwanul Muslimin Muhammad Badie juga mengucapkan selamat kepada rakyat Mesir dan menyerukan kepada semua faksi untuk mulai membangun “kebangkitan negeri dengan kehendak kebebasan.”

    Badie memanggil setiap rakyat untuk bekerja sama dalam rangka membangun negara Mesir. “Mari kita semua membangun kebangkitan negeri kita dengan kehendak kebebasan, itikad baik dan tekad yang kuat, pria dan wanita, Muslim dan Kristen,” kata Badie.

       Referendum konstitusi baru Mesir melewati proses dua tahap, dimana tahap pertama, 10 provinsi termasuk Kairo melakukan pemungutan suara pada 15 Desember dan tahap kedua, 17 provinsi lainnya melakukan pemungutan suara pada 22 Desember.

       Komisi Pemilihan Umum Yudisial Tinggi Mesir (High Judicial Elections Commission /HJEC) mengumumkan hasil akhir dari referendum mengenai konstitusi baru, dengan hasil resmi suara terbanyak “ya” sebesar 63,8 persen. (T/R-022/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply