RAKYAT PALESTINA SAMBUT PENINGKATAN STATUS NEGARA MEREKA DI PBB

        BETHLEHEM, 18 Muharram 1434/ 1 Desember  2012 (MINA/MA’AN) – Rakyat Palestina berpesta di Jalur Gaza, Jumat dini hari, menyambut pengakuan PBB terhadap status negara Palestina.
          Keputusan bulat Sidang Majelis Umum PBB diambil setelah pemungutan suara di markas PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (29/11/2012).

         Menyambut keputusan ini, sekitar 2.000  warga Palestina memenuhi jalan di kota Ramallah, Tepi Barat. Mereka membawa bendera Palestina, berteriak bahagia dan menyalakan kembang api sebagai tanda perayaan.

          Bendera kuning Fatah mendominasi jalanan Gaza. Namun tak sedikit pula bendera hijau Hamas berkibar.

         Majelis Umum PBB menyetujui resolusi  Kamis untuk meng-upgrade Palestina  dari “badan peninjau” menjadi “negara peninjau non-anggota” di PBB, yang secara implisit mengakui negara Palestina.  

        Ada 138 suara setuju, sembilan menentang dan 41 abstain.  

                Mengatasi perakitan di New York menjelang pemungutan suara, Presiden Mahmoud Abbas mengatakan tawaran PBB adalah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan solusi dua-negara.  

       “Enam puluh lima tahun yang lalu pada hari ini, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 181, yang membagi tanah bersejarah Palestina menjadi dua negara dan menjadi akte kelahiran bagi Israel,” kata Abbas  setelah menerima tepuk tangan yang memberi  dukungan.  

       “Majelis Umum dipanggil hari ini untuk mengeluarkan sertifikat kelahiran realitas Negara Palestina,” katanya.  

         Presiden mengatakan kepada PBB bahwa perang Israel di Gaza menyoroti pentingnya mengakhiri pendudukan Israel.  

         “Ini juga menegaskan kepatuhan pemerintah Israel terhadap kebijakan pendudukan, kekerasan dan perang,” katanya.  

        “Kami percaya bahwa masyarakat internasional berdiri di depanmendukung  kesempatan terakhir dari solusi dua-negara.”

        Rakyat Palestina yakin pengakuan PBB akan memperkuat kedudukan mereka dalam perundingan damai dengan Israel di masa mendatang. (R-016/R-006)

Leave a Reply