RESOLUSI PBB DUKUNG PENENTUAN NASIB PALESTINA

       Yerusalem, 9 Shafar 1433/22 Desember 2012  (Ma’an/MINA) – Majelis Umum PBB mengadopsi dengan suara mayoritas rancangan sebuah resolusi bernama “hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” kata seorang pejabat Kamis waktu setempat.

 

 

       Duta Besar Riyad Mansour mengatakan 179 negara mendukung hak Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dalam pemungutan suara yang menegaskan bahwa Palestina memiliki hak untuk menjadi negara merdeka.    

 

       Mansour mendesak semua negara dan organisasi PBB untuk tetap mendukung rakyat Palestina.

Menurut resolusi, Majelis Umum PBB percaya negosiasi harus dilanjutkan secepat mungkin.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional pada tanggal 9 Juli 2004 tentang konsekuensi hukum yang disebabkan dari pembangunan tembok di Tepi Barat.

 

       Israel, Amerika Serikat, Kanada, Palau, Mikronesia, Kepulauan Marshall, dan Nauru memberikan suara menentang keputusan tersebut. Kamerun, Tonga, dan Honduras absen dari pemungutan suara.

Palestina mendapatkan status negara non anggota pada sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada (29/11).

 

       Pengajuan Palestina untuk status negara peninjau non-anggota di PBB banyak mendapat dukungan dari negara berkembang, terutama setelah serangan Israel ke Gaza pada 14 sampai 21 November lalu yang  membuat banyak negara mulai bersimpati pada Palestina.

 

       Dukungan ini tampak dari lebih dua per tiga negara-negara anggota PBB memberikan suara setuju atas Palestina. Pada Sidang Majelis Umum PBB tanggal 29 Nomeber 2012, dari 198 negara, 138 negara memberikan suara setuju, sembilan Negara menolak, 41 abstain, 5 lainnya tidak hadir.

 

      Tercapainya Peningkatkan status Palestina di PBB sebagai Negara peninjau Non-Anggota dari sebelumnya hanya sebagai lembaga peninjau yang diwakili PLO, bisa menjadi modal dalam melanjutkan perjuangan Palestina menjadi negara merdeka.  (T/R-012/R-008/R-006).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply