RI: TUMBUHKAN TOLERANSI MELALUI PENDIDIKAN, MEDIA, DAN DIALOG

KBRI Tunis        Jakarta, 29 Muharram 1434/13 Desember 2012 (MINA) –  Duta Besar RI untuk Tunisia Ronny P. Yuliantoro dalam sidang tahunan ke-5 Koordinator Nasional untuk Aliansi Peradaban PBB di Tunis mengatakan Pendidikan, media dan dialog adalah wadah yang tepat dalam menumbuhkan moderasi dan toleransi masyarakat global yang multi-etnis, multi-budaya dan multi-agama.

        Mewakili Pemerintah Indonesia, Ronny Selasa (11/12) menyampaikan berbagai peran aktif Indonesia dalam upaya memajukan  dialog lintas agama dan budaya baik pada tataran nasional, bilateral, regional, maupun internasional, demikian menurut keterangan KBRI di Tunis, Tunisia yang diterima Kantor Berita Mi’raj (MINA)  Kamis (13/12).

        Di antaranya bulan Juli 2012 lalu, Kemlu sebagai focal points nasional untuk Aliansi Peradaban PBB, menggelar beasiswa Future Faith Leaders yang diikuti 15 calon pemimpin agama dari 11 negara Asia Pasifik.

       “Kegiatan ini merupakan implementasi dari Semarang Plan of Action hasil dari pelaksanaan Regional Interfaith Dialog keenam bulan Maret 2012,” kata Ronny.

       Mengenai pertemuan Koordinator Nasional untuk Aliansi Peradaban PBB di Tunis, Tunisia selama dua hari (11-12 Desember 2012), Ronny mencatat kahadiran sekitar 38 negara dan organisasi internasional. Masing-masing negara menyampaikan laporan pelaksanaan Rencana Aksinya.

       Selain topik moderasi dan toleransi, pertemuan tersebut juga membahas persiapan penyelenggaraan  UNAOC Global Forum (Vienna Forum) ke 5 di Wina, 27-28 Februari 2013. 

      Delegasi RI pada pertemuan yang dipimpin Plh. Direktur Diplomasi Publik, Kemlu Diah W.M. Rubianto itu membahas persiapan Vienna Forum yang akan mengusung tema “Responsible Leadership in Diversity and Dialogue.”

       Pertemuan Koordinator Nasional untuk Aliansi Peradaban PBB disponsori oleh United Nations Alliance of Civilization (UNAOC). UNAOC dibentuk tahun 2005 atas prakarsa Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan dengan disponsori bersama oleh Perdana Menteri Spanyol dan Turki.

        Salah satu tujuan UNAOC adalah mendorong terciptanya “Harmony among Civilization”. UNAOC juga berupaya untuk menjem­batani jurang (gap) antara Islam dan Barat, serta membangun kemauan politik bersama dan memo­bilisasi aksi bersama untuk menghadapi prasangka, salah persepsi, dan menolak ekstremisme dalam masyarakat.

      UNAOC yang berkantor di New York memiliki empat pilar rencana aksi yaitu: Pendidikan, Kepemudaan, Media, dan Migrasi. (T/R-010/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply