Rumah Hikmah Gelar Diskusi Perdagangan dan Keuangan Islam

       Jakarta, 4 Shafar 1434/16 Desember 2012 (MINA) – Rumah Hikmah akan mengadakan Diskusi Bulanan Ke-2 tentang Perdagangan dan Keuangan Islam,  pada 22 Desember 2012 bertempat di Cibubur.

 

       Menurut penanggung jawab Rumah Hikmah Ir. Muhaimin Iqbal sebagaimana termuat dalam laman resmi geraidinar.com (16/12)  acara tersebut akan mengambil tema “Belajar Dari Sejarah Untuk Membangun Kekuatan Perdagangan dan Keuangan Umat.”

    Pembicara yang akan menjadi narasumber  adalah  Ust. Budi Ashari Lc dan Ir. Muhaimin Iqbal.

 

       Lebih lanjut Muhaimin Iqbal menuturkan bahwa sekitar 1,000 tahun sebelum dunia barat mengenal bank, kekhalifahan Islam yang membentang di tiga benua sudah menguasai perdagangan dunia lengkap dengan sistem pembayarannya yang canggih.

 

      Instrument pembayaran perdagangan global yang efisien, aman dan berlaku universal sudah berkembang di dunia Islam saat itu.

 

     “Umat yang hidup di jaman ini-pun insyaAllah akan mampu membangun kembali kekuatan perdagangan dan keuangan global itu. Yang diperlukan adalah kemauan kuat kita untuk belajar bagaimana umat ini dahulu mencapai kejayaannya dan sampai dimana pencapaian mereka, kemudian kita di jaman ini mulai dari akhir perjalanan mereka tersebut,” tutur Iqbal.

 

       “Dengan cara demikian kita tidak perlu memulai segala sesuatunya dari awal. Itulah sebabnya kita selalu disuruh belajar dari sejarah, belajar dari umat-umat terdahulu” ujar Direktur Gerai Dinar tersebut.

 

      Pola diskusi dan rencana aksi yang seperti ini yang akan terus dikembangkan di Rumah Hikmah. Mulai dari tuntunan Al-Qur’an dan Haditsnya, kemudian belajar sampai dimana aplikasi yang sudah dilakukan umat ini di masa kejayaannya – baru setelah itu mengkaji rencana implementasinya yang sesuai untuk jaman ini, katanya.

    

       “Bagi anda yang akan bergabung pada diskusi yang ke 2 ini, silahkan konfirmasikan kehadiran Anda ke   muhaimin.iqbal@rumahhikmah.com atau  iqbal@geraidinar.com. Juga sebutkan bila Anda ada rencana mengajak teman atau saudara – karena ruang diskusi hanya cukup untuk sekitar 200 orang,” kata Iqbal.  (T/R-016/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply