RUMAH SAKIT DI GAZA KETERBATASAN OBAT

      Gaza, 11 Shafar 1434/ 24 Desember 2012 (PressTV/MINA) – Rumah sakit dan klinik di Gaza terus berjuang untuk melengkapi keperluan obat-obatan dan perlengkapan bedah yang selama ini masih serba terbatas pasca sebulan serangan Israel daerah Gaza.

      Juru bicara Kementerian Kesehatan Hamas, Ashraf al-Qudra, memperingatkan tentang krisis kesehatan di Gaza jika pasokan medis tidak segera dikirim ke rumah sakit. “Saat ini sekitar 650 jenis obat-obatan dan perlengkapan rumah sakit tidak tersedia di gudang penyimpanan akibat dari perang delapan hari melawan Israel,” ujarnya.
      Para dokter Palestina mengatakan situasi sangat berbahaya terutama untuk pasien dengan penyakit kronis yang memerlukan perawatan khusus.
      Sementara itu, aktivis hak asasi manusia telah menyerukan agar dunia internasional yang mempunyai kekuatan bisa menekan dan membuka blokade ilegal oleh penjajah Israel.
      “Orang-orang di Gaza menderita atas pengepungan ini, terutama setelah operasi militer Israel di Gaza. Saya meminta pemerintah dan lembaga-lembaga Eropa bertindak untuk mengakhiri pengepungan ini,” kata Rosa Schiano, seorang aktivis Italia di Gaza.
      Lebih dari 160 warga Palestina, termasuk banyak wanita dan anak-anak meninggal dan 1.200 lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Gaza selama 14-21 November lalu.
      Perang Israel di Gaza bulan lalu adalah yang kedua kalinya dalam empat tahun. Rezim Israel melancarkan perang 22 hari di daerah kantung padat penduduk Palestina pada tahun 2008. Dalam serangan kala itu, lebih dari 1.400 warga Palestina wafat, termasuk sedikitnya 300 anak.
     Gaza telah diblokade sejak Juni 2007, situasi yang telah menyebabkan penurunan standar hidup, tingkat pengangguran tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan tak henti-hentinya kemiskinan terus mereka alami. (T/R-009/R-008).

   

     Miraj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply