Saatnya Umat Islam Kuasai Teknologi Informasi Dunia

       Bandung, Indonesia, 11 Safar 1434 H / 24 Desember 2012 (MINA) – Di tengah kancah perang informasi dunia saat ini, umat Islam sudah saatnya berjihad untuk menguasai informasi dan teknologi sebagai kekuatan baru yang akan mengendalikan dunia,kata Direktur Utama Sony Sugema Collage (SSC) Sony Sugema Abdurahman di Bandung dalam Training Informasi Teknologi (24/12).

      Menurut Sony poros kekuatan dunia saat ini ditentukan oleh siapa yang menguasai informasi. Menurutnyapenguasaan dunia informasi terkini khususnya media masa dunia hampir 90 persen dikuasai oleh jaringan Zionis international yang senantiasa mendiskreditkan Islam.  

      “Kini saatnya umat Islam bangkit dan berjihad dalam penguasaan teknologi informasi yang tengah dikuasai musuh-musuh Allah. Disadari atau tidak pasukan-pasukan musuh (Israel) sudah berada di tengah-tengah kita setiap saat tanpa kita mampu melawannya” ujar Sony Abdurahman praktisi pendidikan berbasi IT.

     Dihadapan peserta tarining IT tersebut, Sony mengutip analisis seorang futurulog terkemuka Alvin Toffler yang mengatakan bahwa poros kekuatan dunia telah beralih dari penguasa tanah atau pertanian di abad ke-18 menjadi penguasaan industri di abad ke-20 dan kini beralih ke penguasaan informasi di abad ke-21.

     “Jika kita menguasai informasi maka dipastikan kita akan menguasai dan mengontrol kekuatan dunia. Umat Islam harus mengerahkan semua fotensi dan kekuatan untuk berjihad dengan teknologi informasi, karena berjuangdalam dunia informasi sama nilainya dengan berjihad mengangkat senjata melawan musuh-musuh Allah” kata pria yang menerima penghargaan dari ITB sebagai Penghargaan Alumni ITB Berprestasi tahun 2002 dalam bidang industri dan memperoleh penghargaan Citra Top Executive Indonesia tahun 1997 dan 50 Enterprise Semangat Wirausaha Indonesia dari majalah SWA dan Accenture.

      Sony mencontohkan betapa hebatnya kekuatan informasi. Katanya, seorang presiden Mesir digulingkan dari kekuasaannya berawal dari sebuah kicauan twitter. Seorang Barac Obama mencatatkan diri menjadi presiden pertama Amerika Serikat dari kulit hitam karena popularitasnya di situs jejaring sosial facebook.

     “Salah satu kebuntuan dan kekalahan Israel dalam menghancurkan Gaza akibat besarnya tekanan dunia internasional terhadap Israel yang diberitakan oleh media masa. Sebagian negara-negara Eropa yang awalnya menjadi patner utama Israel, kini berbalik mengecam kebijakan Israel yang tidak berkeprimanusian terhadap Gaza. Ini hebatnya pengaruh informasi,” ungkap pakar teknologi informasi itu.

     Lebih jauh Sony mengharapkan umat Islam bersatu dan bekerjasama untuk melawan kekuatan media yang kini masih dikuasai jaringan Zionis. Sony mengajak umat Islam mendukung penuh kehadiran kantor berita Islam seperti Miraj News Agency (MINA). “Ini langkah luar biasa umat Islam untuk mengcounter pemeberitaan media-media Barat yang hampir dipastikan mendiskreditkan umat Islam,” kata salah satu pendiri Miraj News Agency (MINA) tersebut.(L/R-021/R-008/R-006).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply