SEKELOMPOK TAK DIKENAL TEMBAKI PENGUNGSI SURIAH

     Jakarta, 18 Muharram 1434/01 desember 2012 (MINA) Sekelompok tak dikenal menembaki pengungsi Suriah  saat mereka sedang berusaha menyelamatkan diri ke negara tetangganya Yordania.

     Kejadian itu menyebabkan banyak korban yang harus  dirawat di rumah sakit terdekat, demikian menurut laporan Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR), yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu.

     “Kami telah menerima laporan yang sangat mengganggu dari para pengungsi Suriah di Yordania yang mengatakan bahwa mereka menjadi sasaran tembak karena mereka berusaha menyelamatkan diri,” kata juru bicara UNHCR, Melissa Fleming, dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Jum’at (30/11).

     Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB (United Nation High Commissioner for Refugees – UNHCR) mengimbau semua pihak untuk memastikan bahwa setidaknya warga sipil memiliki akses untuk melakukan perjalanan yang aman ke luar negeri.

     Situasi sangat tidak jelas tentang siapa yang menembaki warga sipil saat mereka berlari untuk mempertahankan hidup mereka di dalam kegelapan.

      “Laporan-laporan ini umumnya disimpan sangat rahasia, warga ketakutan. Mereka tidak suka jika kisah mereka dipublikasikan,” kata Fleming. Beberapa keluarga sedang menenangkan anak-anak mereka selama perjalanan menuju ke perbatasan “tenang dan diam”, katanya.

      Dalam laporan terbaru atas isu krisis Suriah, menyebutkan, 250.000 warga Suriah tinggal di tempat penampungan sementara di kota Homs, tanpa bantuan pangan, sandang atau pun obat-obatan.

     “Banyak anak-anak belum dapat pergi ke sekolah selama 18 bulan terakhir. Beberapa rumah sakit kota telah diubah menjadi tempat penampungan umum dan 60 persen dari dokter telah meninggalkan Homs, bersama dengan tenaga medis lainnya. Disana terjadi kekurangan serius obat-obatan dan peralatan medis,”

     Musim dingin menambah penderitaan warga Suriah atas perang saudara yang sedang berlangsung itu. Lebih dari 465.000 warga Suriah telah terdaftar sebagai pengungsi di negara-negara tetangga dan Afrika Utara. Sementara itu, ribuan lainnya belum terdaftar menjadi pengungsi dan mendapatkan bantuan.

       Hampir 138.000 warga terdaftar di Yordania, di mana kamp terbesar berada di di Za’atri sebelah  utara Amman menempati lebih dari 32.000 tenda. (T/R22/R-006)

Leave a Reply