SEKITAR 4.000 WNI TERTAHAN DI SURIAH, 1 ORANG MENINGGAL

      Damaskus, 18 Shafar 1434/31 Desember 2012 (MINA) – Sekitar 4.000 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Suriah masih tertahan di Suriah, 1 orang dikabarkan meninggal.
     Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriah Wahib Abdul Jawad mengatakan kepada Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA), saat dihubungi melalui saluran telepon Senin siang (31/12) waktu Jakarta.
     Menurut, data Kedutaan Besar RI (KBRI) di Suriah, hingga kini diperkirakan sekitar 2.500-4.000 WNI masih tertahan di Suriah.     

Wahib mengatakan, ada beberapa tempat yang rawan karena adanya kontak senjata militer pemerintah Suriah dengan kelompok oposisi, sehingga jatuh korban yang cukup banyak terutama di daerah Aleppo, Homs, Hama, Deiz ez-Zor, dan Damaskus Country Side.
     Sebelumnya diberitakan pada November lalu, seorang WNI bernama Holipah Lamin meninggal. Menurut laporan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Holipah Lamin (26 tahun), berasal dari Kampung Panjang Kepala Dua RT 14/05 Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Banten.
     Holipah seorang TKI meninggal akibat terkena peluru tajam di bagian perut oleh serangan sekelompok orang tak dikenal saat berada di dalam mobil yang ditumpangi bersama keluarga majikannya di sekitar 100 km dari Damaskus Country Side. Tepatnya di pinggir jalan raya antara Homs dan Damaskus pada 24 November 2012 pukul 13.00 waktu Suriah.
     Sedangkan dua orang anggota keluarga majikan, Iman Sobbah dan Nahla Hourani, luka di bagian dada dan kaki.
     Satu WNI lainnya mengalami luka-luka akibat tekena pecahan kaca pada matanya saat ledakan bom yang terjadi di dekat rumahnya belum teridentifikasi.
     Dubes Wahib menghimbau, walaupun kondisi rawan, WNI di Suriah dan keluarga WNI di tanah air Indonesia agar tidak gelisah.
     Dengan penetapan status di Suriah menjadi status darurat satu, KBRI di Damaskus, Suriah berusaha semaksimal mungkin untuk memulangkan seluruh WNi dari Suriah.
     “Semua WNI akan secepatnya keluar dari Suriah untuk menyelamatkan diri dari konflik,” kata Dubes Wahib kepada Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA).
Jika ada WNI yang sekarang masih berada di Suriah, agar segera melapor ke KBRI, untuk kami hubungi, kata Wahib.

Pemulangan Lewat Libanon
      Menurut data KBRI di Suriah, secara bertahap sekitar 86 WNI akan dipulangkan ke Indonesia melalui jalur darat Suriah-Libanon pada hari Selasa (1/1/2013), dan sekitar 90 lainya akan dipulangkan pada Rabu (2/01/2013). Sedangkan, sekitar 286 warga lainnya menunggu proses keberadaan tiket. Hal ini terkait harga tiket Beirut-Jakarta yang masih tinggi (high season) karena liburan akhir dan awal tahun baru 2013.
     Dubes RI untuk Suriah Wahib juga melaporkan, KBRI di Damaskus, Suriah hingga saat ini menampung sekitar 387 orang. Sebanyak 90 WNI sudah mendapatkan izin keluar dari Suriah dan kini sedang menunggu visa masuk menuju Beirut, Libanon.
     Kepulangan melalui jalur darat Damaskus-Beirut mengingat Bandar Udara Internasional Damaskus sudah tidak berfungsi lagi, sehingga kepulangan WNI dari Suriah melalui rute Damaskus-Beirut-Jakarta. Kepulangan WNI dari Libanon ke Jakarta menggunakan pesawat,  diatur oleh KBRI di Beirut, Libanon.
     Hingga berita ini diturunkan Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA) terus mencari informasi data nama-nama WNI yang berada di Suriah dan yang sudah berada di Libanon. (L/R-022/R-014/R-007/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply