Selama November, Israel Tangkap 621 Warga Palestina

      Gaza, 18 Muharram 1434/02 Desember 2012 (MINA) – Organisasi untuk hak asasi manusia dan studi tahanan Ahrar Center dalam laporan bulanan atas Pelanggaran HAM Israel di Wilayah Pendudukan Palestina mencatat sebanyak 621 kasus penangkapan telah terjadi di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza selama bulan November.

     “Setidaknya 15 kasus penangkapan terjadi di Jalur Gaza dan sisanya 606 terjadi di Tepi Barat,” kata Direktur Ahrar Center Fuad al-Khuffash yang dikutip media resmi Al-Qassam.

     Pasukan penjajah Israel telah menangkap enam anggota parlemen di Tepi Barat dan puluhan demonstran yang mengecam perang di Jalur Gaza, demikian menurut laporan Al Qassam yang diterima Mir’raj News Agency (MINA).

     “Beberapa kasus penangkapan sudah dibebaskan atau masih dalam penyelidikan, yang lain masih di bawah Penahanan Administrasi” tambah al-Khuffash.

      Pada bulan November terhitung jumlah tertinggi tawanan berasal dari Nablus, Tepi Barat. Menurut Ahrar Center ada sebanyak 112 kasus penawanan terjadi di Nablus.

     Pada bulan November, pasukan Israel juga telah menangkap lima perempuan dari Tepi Barat yang diidentifikasi bernama : Ayah Hjair, Nada Awad (55 tahun) dan Sherin Halahleh, telah  dibebaskan setelah berada di bawah penyelidikan yang rumit. Sementara Nawal alsa’di dan Muna Qa’dan hingga kini masih berada dalam penjara.

     Sebanyak 103 kasus penahanan terjadi di Hebron, 49 kasus di Jenin, 58 kasus di Ramallah, 94 kasus di Betlehem, tujuh kasus di Salfit, 21 kasus di Tubas , dua kasus di Jerico, 31 kasus terjadi di daerah Tepi Barat lainnya dan 15 kasus di Gaza, termasuk para nelayan.

     Sementara itu, Ahrar Center juga mencatat telah terjadi peningkatan dalam jumlah tawanan diantara bulan November dan Oktober. Pada bulan Oktober tercatat telah terjadi 292 kasus penangkapan.

     Fuad al-Khuffash mengatakan, pasukan penjajah Israel menyerbu Tepi Barat pada pagi hari dan malam hari; merazia rumah setelah tengah malam dengan meneror anak-anak.

    Ahrar Center menyerukan kepada semua organisasi hak asasi manusia untuk berusaha menghentikan setiap pelanggaran Israel terhadap warga Palestina. (T/R-022/R-006)

Leave a Reply