Uni Eropa Pertimbangkan Sanksi Atas Perluasan Pemukiman Israel

       Brussels, 22 Muharram 1434/7 Desember 2012 (PressTV/MINA) – Sebuah laporan menyebutkan Uni Eropa (UE) akan mempertimbangkan untuk memberlakukan beberapa sanksi terhadap Rezim  Israel untuk rencana mereka membangun ribuan pemukiman ilegal di tanah Palestina.

      Harian Israel, Maariv, Kamis kemarin melaporkan UE akan memberlakukan sanksi berupa embargo terhadap barang-barang yang dihasilkan dari daerah pendudukan ilegal Israel di kawasan yang dijuluki “jalur hijau” yang membagi Tepi Barat dan wilayah Palestina lainnya.

      UE juga melarang negara-negara Eropa melakukan transaksi perdagangan dengan Israel untuk produksi yang berasal dari wilayah Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan atau Yerusalem Timur.

     Pada 30 November lalu, Israel mengesahkan rencana pembangunan 3000 pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, termasuk di kawasan yang disebut dengan Area E1.

      Tindakan Zionis Israel ini dilakukan sebagai bentuk balasan mereka atas Resolusi PBB yang telah meningkatkan status Palestina dari badan peninjau menjadi Negara peninjau non-anggota.

     Sebelumnya, UE juga telah memanggil duta besar Israel pada Rabu berkaitan dengan rencana pembangunan tersebut.

     Zona E1 merupakan wilayah paling sensitif yang berada di antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Israel sudah merencanakan ekspansinya ke wilayah tersebut sejak 1990an. Proyek baru Israel tersebut memicu keprihatinan mendalam dari PBB.

     Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Perancis, Swedia, Austria, Denmark dan Spanyol juga telah memanggil duta besar Israel di ibu kota masing masing.(T/R-007/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply