UTUSAN PBB KECAM KERAS GELOMBANG KEKERASAN MEMATIKAN DI IRAK

        Baghdad, Irak, 5 Shafar 1434/18 Desember 2012 (MINA) – Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Irak mengutuk keras serangan Senin (17/12) yang merenggut puluhan nyawa di negara Timur Tengah ini sejak Ahad lalu. Dalam banyak kasus serangan itu menargetkan warga sipil.

       “Saya menyerukan kepada semua pihak untuk terlibat aktif dalam dialog terbuka dan segera bekerja untuk  meredakan situasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut,” kata Utusan Khusus Sekretaris-Jendral PBB untuk Irak, Martin Kobler, demikian menurut laporan PBB yang diterima Miraj News Agency (MINA) Selasa.

      “PBB siap memfasilitasi jika diminta untuk melakukannya,” kata Kobler dalam rilis berita dari Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI).

Menurut laporan media, serangkaian serangan – baik yang ditujukan pada pasukan keamanan Irak  maupun warga sipil—menewaskan sedikitnya 25 orang pada Senin (17/12).

       Gelombang kekerasan itu terjadi menyusul serangkaian serangan sehari sebelumnya yang menewaskan 19 orang dan 77 lainnya terluka.

       Kekerasan hari Ahad itu termasuk serangkaian ledakan bom di provinsi kaya minyak Kirkuk. “Serangan-serangan di wilayah yang disengketakan internal itu lebih memperburuk ketegangan di sana,” kata Kobler.

       Irak utara, merupakan kawasan yang dihuni etnis minoritas Kurdi yang cukup besar, di mana Kirkuk tidak ambil bagian pada pemilihan propinsi seluruh Irak tahun 2009 karena perselisihan etnis mereka. Menurut laporan, kelompok Kurdi berharap untuk dikelola oleh Kurdistan, semantara Arab dan Turkmenistan mendorong pengelolaan bersama provinsi itu.

       Dalam rilis berita UNAMI, Kobler juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas serta keinginan Kobler agar cepat sembuh dari luka itu.

        Didirikan sebagai sebuah misi politik oleh Dewan Keamanan PBB pada 2003, UNAMI diberi mandat untuk membantu memajukan dialog politik terbuka dan rekonsiliasi nasional, serta membantu proses pemilihan diantara tugas-tugas lainnya.   (T/R-010/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply