WANITA PALESTINA INGIN KEMERDEKAAN SEPENUHNYA

      Jakarta, 22 Muharram/6 Desember 2012. (MINA) – Menteri Urusan Wanita Palestina, Rabihah Dhiab Hussein Hamdan mengatakan, wanita Palestina menginginkan kemerdekaan sepenuhnya Palestina setelah pengakuan sebagai Negara peninjau non-anggota PBB beberapa waktu lalu.

      Rabihah mengatakan kepada Mi’raj News Agency (MINA) di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-4 Negara-Negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengenai Peranan Perempuan dalam Pembangunan di Jakarta, Rabu.

      Menurutnya, ketika Palestina diterima sebagai negara peninjau non-anggota PBB pada 29 November lalu, bukan hanya sekedar entitas (kelompok) pengamat, seluruh rakyat Palestina baik di Tepi Barat maupun Gaza, semuanya bersatu dan bergembira menyambutnya. Bahkan di sekitar Ramallah, dekat tempat tinggalnya, warga tumpah ruah ke jalan sepanjang tiga hari tiga malam, merayakan kemenangan itu.

     “Tapi ini awal dari selanjutnya menuju kemerdekaan yang sempurna, sampai Israel benar-benar meninggalkan tanah jajahannya,” kata Rabihah, alumni Universitas Bethlehem yang sempat dipenjara Israel saat berumur 12 tahun.

      Kiprah wanita-wanita Palestina dalam perjuangan kemerdekaan terus berlanjut, baik melalui pendidikan, dakwah, parlemen, kedutaan, media massa, dan berbagai aspek lainnya, ujarnya.

Rabhihah disertai dua stafnya, mengucapkan terima kasih dan penghormatan atas undangan Presiden RI untuk mengikuti konferensi yang dihadiri anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

     Menjawab permintaan Mi’raj News Agency (MINA) yang menginginkan kerjasama resmi di bidang informasi pemberitaan dengan Palestina, Rabihah menyanggupi untuk membantunya menghubungkan dengan Kantor Berita Wakalatu Al-Anba’u Wal Ma’lumat Al-Filistiniyyah (WAFA) yang berkedudukan di Ramallah, Palestina. (L/R-009/R-010/R-005/R-007/R-006).

Leave a Reply