WARGA MESIR INGIN IDENTITAS ISLAM DAN PENERAPAN SYARIAH

       Kairo, 15 Shafar 1434/28 Desember 2012 (MINA) – Warga Mesir memilih konstitusi karena mereka percaya pada identitas Islam Mesir dan ingin penerapan Syariah, kata anggota Jamaah al-Islamiya Aboud al-Zomor,  menurut laporan Egypt Independent yang diterima Mi’raj News Agency (MINA) Jumat (28/12).

 

      Zomor sempat dihukum karena merencanakan pembunuhan mendiang Presiden Anwar Sadat dan menghabiskan hampir 30 tahun di penjara sebelum dibebaskan pada bulan April 2011.

 

      Dia mengatakan kepada kantor berita Jerman DPA Konstitusi adalah “sumber stabilitas, pembangunan dan keamanan, serta menegaskan identitas Islam negara itu.”

 

     “Persentase mereka yang menuntut penerapan Syariah di Mesir jauh lebih tinggi daripada 64 persen yang mendukung Konstitusi,” kata Zomor. “Beberapa menolak Konstitusi karena tidak cukup ketat menerapkan Syariahnya.”

 

      Zomor mengharapkan sebuah rancangan akan disusun untuk mencegah perumusan hukum yang bertentangan dengan Syariah. Namun, Zomor  mengatakan ia tidak khawatir undang-undang yang menentang syariah tersebut akan disahkan karena kekuasaan legislatif kini berada di tangan Dewan Syura, “yang dimiliki mayoritas Islam yang tidak akan membiarkan pelanggaran Syariah.”

 

      Kristen Koptik Mesir tidak punya alasan untuk takut konstitusi baru akan melanggar hak-hak mereka atau mengesampingkan mereka dengan cara apapun. “Warga Koptik memiliki hak penuh kewarganegaraan, seperti seorang Muslim,” kata Zomor.

 

      Menurut Zomor para penentang Konstitusi baru itu “haus akan kekuasaan dan menolak kepemimpinan Islam.” Ia bertanya-tanya, “mengapa liberal berpaling dari norma-norma demokrasi yang mereka serukan?”

 

     Zomor mengatakan “sekularis” mencoba mendominasi panggung politik dan “membawa kita kembali ke rezim sebelumnya yang mereka suka.”

 

    Zomor menuntut oposisi mendukung  keinginan rakyat dan berhenti mengambil posisi yang membingungkan panggung politik Mesir.

 

     Presiden Mursi sejak mengumumkan suatu referendum untuk konstitusi barunya mendapatkan suara mayoritas rakyat Mesir yang mendukungnya, di samping pihak-pihak dari partai liberal yang menolak konstitusi tersebut.(T/R-010/R-006)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply