AKIBAT BANJIR, 70.000 WARGA MOZAMBIK JADI PENGUNGSI

     Maputo, 17 Rabiul Awal 1434/28 Januari 2013 (IINA/MINA) – Sedikitnya 36 orang tewas dan sekitar 70.000 lainnya mengungsi akibat banjir di Mozambik, menurut angka resmi yang dirilis oleh PBB. “Sebanyak 26 orang tewas di provinsi Gaza selatan yang terkena dampak paling parah, dengan jumlah korban tewas seluruhnya mencapai 36,” kata dewan PBB di Mozambik dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu. Jumlah pengungsi sendiri sampai saat ini mencapai 67.995 orang.

    PBB mendesak para donor untuk segera memberikan bantuan dana “untuk membantu mengatasi keadaan darurat” di negara miskin. Seorang wartawan untuk kantor berita AFP di tempat kejadian melihat ribuan warga yang telah meninggalkan rumah mereka terjebak di sisi jalan yang menuju keluar dari kota-kota yang hancur, mereka hidup mengandalkan bantuan dan dalam beberapa kasus mereka terpaksa untuk makan belalang.
    Para pekerja kemanusiaan kini berlomba untuk menyediakan makanan dan tempat tinggal sebelum kolera, malaria, pneumonia dan diare menyerang para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir tersebut.
    Pekerja kemanusiaan juga bergegas untuk memasok tiga tenda rumah sakit keliling, 15.000 kelambu dan kebutuhan lainnya. Menurut Direktorat Air Nasional, sembilan sungai di lima cekungan berada di atas tingkat waspada, termasuk Zambezi dan Limpopo. Di ibukota Maputo sendiri beberapa jembatan, jalan dan sekolah rusak berat akibat luapan sungai tersebut.
    Sementara itu, banjir terus menyebar merata di seluruh bagian selatan. Banjir tersebut akibat dari hujan lebat selama seminggu di Afrika Selatan dan Zimbabwe yang membuat sungai Limpopo meluap dan terpaksa mengeluarkan peringatan tanda oranye (tanda bahaya) pada tanggal 12 Januari.
    Banjir juga mendatangkan malapetaka di Afrika Selatan di mana sekitar 15.000 buaya lepas setelah pintu air terbuka di sebuah peternakan di wilayah Limpopo.(T/P05/R2).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply