ANGGOTA DPR MINTA PEMERINTAH RI SEGERA EVAKUASI WNI DI SURIAH

     Jakarta, 20 Shafar 1434/2 Januari 2013 (MINA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonedia (DPR RI), Muhammad Firdaus meminta pemerintah Indonesia segera mengevakuasi semua Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriah mengingat kondisi Suriah yang makin memburuk.
     “Pemerintah harus segera melindungi dan melakukan upaya-upaya yang maksimal dalam melakukan evakuasi bagi seluruh WNI di Suriah,” kata Firdaus saat dihubungi Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA), di Jakarta Rabu (2/1).     

     Firdaus menegaskan, dalam upaya evakuasi WNI di Suriah pemerintah harus maksimal dalam mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan, termasuk mempersiapkan transportasi yang aman, seperti menyiapkan pesawat Hercules dari Jakarta.
     Firdaus memuji langkah pemerintah dalam melakukan evakuasi WNI yang berada di Mesir pada Revolusi Mesir Februari 2011 lalu dengan menyiapkan lima Hercules melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
     “Walaupun biaya untuk evakuasi itu mahal, tetapi harus ditempuh, karena merupakan bagian dari penyelamatan nyawa WNI yang berada di luar negeri,” tegas Firdaus, yang juga sebagai anggota Kaukus Palestina DPR itu.
     Menurutnya pengamatan organisasi Suriah untuk Hak Asasi Manusia, lebih dari 45.000 orang telah meninggal sejak konflik di Suriah pecah pada bulan Maret 2011. Sekitar 39.362 dari mereka yang meninggal terjadi selama 12 bulan terakhir. Mayoritas dari korban konflik bedarah itu adalah warga sipil.
     Situasi keamanan Suriah yang saat ini semakin memburuk menjadi alasan pemerintah menetapkan status “Darurat Satu” dan mendorong untuk segera mengeluarkan semua WNI dari Suriah sejak pertengahan Desember 2012 lalu.
     Firdaus meminta, pemerintah bersama masyarakat dunia harus mempunyai sikap yang tegas dengan memberikan tekanan yang luar biasa kepada Suriah agar menghentikan tingkat kekerasan, melindungi kepentingan sipil dan menyelesaikan konflik dengan melakukan genjatan senjata dari kedua belah pihak.
     “Jika upaya penyelesaian konflik dilakukan dengan peperangan akan sangat lama dan semakin banyak korban dari masyarakat sipil,” kata Firdaus.

     Sementara itu, Duta Besar RI untuk Suriah Wahib Abdul Jawad mengatakan kepada Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA), data Kedubes di Suriah, hingga kini diperkirakan sekitar 2.500-4.000 WNI masih tertahan di Suriah. 

     Wahib mengatakan, ada beberapa tempat yang rawan karena adanya kontak senjata militer pemerintah Suriah dengan kelompok oposisi, sehingga jatuh korban yang cukup banyak terutama di daerah Aleppo, Homs, Hama, Deiz ez-Zor, dan Damaskus Country Side.
     Menurutnya, secara bertahap WNI dipulangkan ke Indonesia melalui jalur darat Suriah-Libanon. Kepulangan melalui jalur darat mengingat Bandar Udara Internasional Damaskus, Suriah, sudah tidak berfungsi lagi. Kepulangan WNI dari Libanon ke Jakarta menggunakan pesawat, diatur oleh KBRI di Beirut, Libanon. (L/R-022/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply