ASSAD TAWARKAN DIALOG KEPADA OPOSISI

       Damaskus, 25 Safar 1434/7 Januari 2013 (MINA)– Presiden Suriah, Bashar Assad menawarkan dialog kepada oposisi untuk mencari kesepakatan damai atas  perang saudara yang berkepanjangan di negara tersebut. Untuk mencapainya, Assad meminta negara Barat dan kawasan berhenti mendanai dan mempersenjatai pihak oposisi.

     “Kita tidak pernah menolak negosiasi, tapi dengan siapa kita bernegosiasi? Dengan siapa kita berbicara pada orang yang hanya paham bahasa teroris?” kata  Assad dalam sebuah pidato di Damaskus, Ahad (6/1).
     Tapi Assad optimis Suriah akan kembali bangkit setelah konflik yang terjadi di negerinya bisa terselesaikan dengan baik.
      “Saat ini memang Suriah masih bergolak, tapi dari penderitaan ini akan lahir sebuah harapan baru bagi Suriah,” ungkapnya.
      Assad yang baru pertama kali muncul di hadapan publik sejak Juni lalu itu menyeru kepada seluruh lapisan masyarakat Suriah untuk mempertahankan negara demi persatuan, kesatuan dan martabat bangsa. Menurutnya, pihak oposisi ini kebanyakan dari mereka bukanlah orang Suriah dan bertindak seperti teroris al-Qaeda yang ingin merebut kekuasaan dari tangan pemerintah dan harus disingkirkan.
      Sementara itu, Louay Safi, salah satu anggota kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah mengatakan pidato Assad sebagai sebuah omong kosong.
      “Dia (Assad) tidak mengisyaratkan pengunduran dirinya yang merupakan syarat mutlak untuk memulai sebuah negosiasi,” kata Safi.
      Menurutnya, Assad sudah tidak punya cukup kekuatan untuk mempertahankan pemerintahannya sehingga ia menyerukan seluruh lapisan masyarakat Suriah untuk melawan oposisi.
      Konflik Suriah sudah berlangsung selama 21 bulan sejak pertama kali meletus. Awalnya merupakan perang antara pemerintah melawan oposisi yang menginginkan Assad lengser, namun sampai sekarang menjadi perang saudara yang melibatkan masyarakat sipil.
      Menurut data PBB, jumlah korban meninggal sebanyak 60.000 jiwa. Kekacauan terjadi di seluruh pelosok negeri. Jaringan internet dimatikan, bandara internasional dilumpuhkan, dan keamanan pun hilang.(L/R-007/WK/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply