AUSTRALIA HARGAI PROFESOR MUSLIM

     Melbourne, 18 Rabiul Awal 1434/28 Januari 2013 (MINA) – Seorang profesor Muslim di Universitas Melbourne diangkat menjadi anggota Order of Australia  karena pelayanan besarnya dalam mengatur program pendidikan Islam di universitas-universitas Australia.

    Demikian menurut laporan OnIslam.net yang diterima Mi’raj News Agency (MINA) hari ini, (28/1). Menurut laporan itu, Profesor Abdullah Saeed  menjadi anggota Order of Australia  karena  “pelayanan besar  untuk pendidikan tinggi dalam bidang studi Islam dan untuk masyarakat, terutama melalui promosi dialog antar agama.”
    Penghargaan ini diumumkan di tengah perayaan Australia Day, hari resmi nasional Australia, dirayakan setiap tahun pada 26 Januari 2013.
    Nominasi  itu biasanya dibuat dan ditinjau Dewan Order of Australia dan kemudian disetujui oleh Gubernur Jenderalnya.
    Profesor yang lahir di Maladewa itu, belajar di Arab Saudi sebelum datang ke universitas Melbourne di mana ia memperoleh PhD studi Islam pada 1992.
    Selain sebagai Profesor Studi Islam  dan Arab di Universitas Melbourne dan Mahasiswa Akademi kemanusiaan Australia, Saeed juga banyak melahirkan karya yang berfokus pada Islam dan hak asasi manusia, reformasi hukum Islam, komunitas Muslim di Australia dan kebebasan beragama.
    Selama mengajar di Universitas Melbourne, Professor Saeed menjadi salah satu akademisi Australia pertama, yang bekerja membangun program yang lebih fokus pada Islam kontemporer.
    Berkat upayanya, pembelajaran tentang Islam menjadi hal yang umum di universitas-universitas Australia.  “Sebagian besar universitas di Australia mulai berminat mempelajari Islam setelah kejadian 9/11,” katanya.
    Order of Australia merupakan tatanan kepahlawanan yang didirikan pada 14 Februari 1975 oleh Elizabeth II, Ratu Australia, untuk memberikan penghargaan kepada warga negara Australia dan orang lainnya akan layanan berjasa mereka.
    Profesor yang mengajar di beberapa universitas di Australia itu bekerja untuk memperbaiki kesalahpahaman tentang Islam, yang terbesar di antaranya adalah homogenitas.
    “Gagasan bahwa umat Islam sebanyak 1,6 miliar orang secara efektif berfungsi sama,” kata Saeed.
    Saeed juga bergabung dengan event-event dialog antar agama untuk mencari persamaan kata antara Islam dan agama Ibrahim lainnya.
    Suatu hari dalam salah satu acara, ia menghadiri pertemuan lintas agama dengan mantan Uskup Agung Canterbury, Dr Rowan Williams. “Ini adalah bagaimana kita memahami agama kita sendiri juga,” katanya.
    Islam adalah agama kedua terbesar di Australia setelah Kristen. Di sana, Islam sudah ada lebih dari 200 tahun, dengan kisaran 1,7 persen dari 20 juta penduduknya.(T/P07/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply