BANTUAN LOGISTIK KORBAN BANJIR BELUM MERATA

     Jakarta, 7 Rabiul Awwal 1434/19 Januari 2013. (MINA) – Warga korban banjir di daerah Jakarta Barat sangat memerlukan bantuan logistik berupa makanan, air bersih dan selimut selama di tempat pengungsian. Saat ini, belum semua korban banjir tersentuh bantuan dari pihak-pihak terkait.
     Salah satu bantuan datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di posko parkir bus Trans Jakarta Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Namun bantuan tersebut hanya diterima oleh beberapa warga saja.

     “Bantuan di sini masih kurang menyeluruh, baru beberapa keluarga saja,” kata Joko, salah seorang warga di daerah Pesing, Jakarta Barat.
     “Warga yang punya relasi dengan pejabat terkait biasanya langsung melapor dan mendapat jatah bantuan. Tapi warga yang tidak punya canel hanya bisa bertahan di beberapa tempat tanpa suplai logistik memadai, seperti kami ini,” tambah Joko yang mengungsi bersama sekitar 60 warga sekitar di Masjid Uswatun Hasanah Jalan Daan Mogot.
     Menurut rencana hari ini, Jum’at, Tim Ukhuwah Pesantren Al-Fatah Rescue Bogor melanjutkan bantuan penyelamatan serta evakuasi korban banjir di Jakarta.
Al-Fatah Rescue mengkonsentrasikan kegiatan penyelamatan di kawasan Tomang, Jakarta Barat. Wartawan Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency) yang ikut serta bersama tim Al-Fatah Rescue mendata, sedikitnya sebanyak 600 korban banjir di wilayah itu saat ini mengungsi di Tomang Square, akibat luapan banjir sungai yang melewati daerah Tomang meluap ke rumah penduduk. Jumlah pengungsi tersebut masih mungkin bertambah karena ada beberapa warga yang masih bertahan di tempat tinggalnya.

Korban Meninggal
     Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sejak Jakarta direndam banjir Selasa (15/1) hingga Jumat (18/1) terdata korban meninggal 12 orang. Dari 12 korban itu, 9 orang warga Jakarta Barat, 1 orang Jakarta Timur, 1 orang Jakarta Selatan, dan 1 orang belum diketahui alamatnya.
     “Banjir telah menggenangi 32 kecamatan, 102 Kelurahan, 337 RW dan 910 RT. Sejumlah 18.018 jiwa mengungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
     Data korban meninggal meliputi :
1. Untung Kusnadi (82) warga Kedoya, Kebon Jeruk. Meninggal karena kedinginan dan sakit paru-paru.
2. Lusiana (72), warga Tambora, Jakarta Barat. Menggigil di rumah, saat diselamatkan di posko kesehatan sudah meninggal.
3. Sugito (80), warga Tambora, Jakarta Barat. Terpeleset di rumahnya dan sakit jantung.
4. Angga (13), warga Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hanyut di sungai.
5. Mak Inah (82), warga Kampung Pulo, Jatinegara. Sakit dan usia lanjut.
6. Mujiyo (46), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Kesetrum listrik.
7. Muhamad Haikal (2), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Jatuh dari tempat tidur rumahnya yang terendam banjir 1 meter.
8. Solahuddin (35), warga Kalibata Pulo, Pancoran, Jakarta Selatan. Kesetrum listrik.
9. Wahyudi (26), warga Pancoran Glodok, Taman Sari Jakarta Barat. Kesetrum listrik.
10. Raif Anjar Agasi (13), warga Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kesetrum listrik di rumahnya.
11. Masuriyah (50). Kesetrum listrik di rumahnya kebanjiran.
12. Udin Wahyudin (34) ditemukan meninggal di rumahnya di RT 8/RW 8 Kedaung, Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat.

(L/R-007/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply