DEMI KESELAMATAN, PEMULANGAN WNI DI SURIAH BERTAHAP

          Jakarta, 22 Shafar 1434/ 4 Januari 2013 (MINA) – “Pemerintah RI melalui Kementrian Luar Negeri berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriah yang saat ini sedang dilanda konflik dalam negeri,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa kepada Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta, Jum’at (4/1).

        Marty menjelaskan, penyelamatan WNI di Suriah harus melalui beberapa tahap karena tidak mungkin melakukan pemulangan secara besar-besaran demi keselamatan WNI di sana. Saat ini masih ada sekitar 7.500 WNI di Suriah yang tersebar di beberapa kota seperti Damaskus, Aleppo dan Homs yang sangat berbahaya jika memindahkan WNI ke kedutaan di Damaskus. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk memulangkan WNI tersebut dengan bantuan TNI AU seperti yang pernah dilakukan ketika konflik Mesir bergulir pada 2011 lalu.

       Dalam konferensi persnya, Marty menjelaskan pemerintah sampai saat ini telah melakukan penyelamatan langsung menggunakan pesawat komersial dari bandara sekitar Suriah mengingat bandara internasional Damaskus sudah lumpuh total. Hingga sejauh ini, sudah sebanyak 5000 WNI yang dipulangkan dari Suriah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.652 orang terdiri dari 1500 TKI, 90 pelajar dan sisanya WNI lainnya.

       Indonesia juga melakukan langkah-langkah politik dalam menangani konflik Suriah ini. Salah satunya bertemu dengan Utusan PBB dalam urusan perdamaian Timur Tengah, Ladakh Brahimi membahas bagaimana mengakhiri konflik berkepanjangan di Suriah.

       Dubes RI untuk Suriah saat ini sedang bekerja keras untuk memberikan perlindungan WNI di sana. Diantaranya dengan meberikan kemudahan kepada sebanyak 3359 WNI dalam pengurusan dokumennya.(L/R-007/R-011/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply