DINAR-DIRHAM DI INDONESIA, KIAN MAJU

     Jakarta, 6 Rabiul Awal 1434/18 Januari 2013 (MINA) – Perkembangan dinar-dirham  terhadap masyarakat di Indonesia saat ini semakin besar tapi penggunaan dinar-dirham  masih kurang dan suplai emas masih sangat minim terutama di daerah-daerah. “Di kota-kota besar pengguanaan dinar-dirham mudah tapi untuk ke daerah-daerah di luar kota besar masih terkendala sarana dengan pengiriman yang sulit secara fisik untuk menjangkau ke sana,” kata Muhaimin saat diwawancarai reporter MINA, Kamis (17/1).

    Muahimin,  Direktur  Pengelola Gerai Dinar mengatakan bahwa saat ini lebih mengedukasikan masyarakat, karena tidak banyak sosialisasi. “Jika banyak sosialisasi maka permintaan masyarakat tidak bisa terpenuhi dengan baik. Sebab secara umum masyarakat  memberikan respon yang baik dengan penggunaan dinar dirham ini,” ujarnya.
    Menurutnya, penggunaan dinar-dirham di Indonesia cukup baik, sebab Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi emas dan perak serta mayoritas penduduk muslim lebih baik sehingga lebih mampu menerapkan mata uang dinar-dirham sebagai alat tukar. Ia melanjutkan, jika umat Islam Indonesia mampu menerapkan dinar-dirham dalam kesehariannya, maka bisa menekan infalasi, lebih dari itu katanya ini merupakan suatu bentuk ibadah dalam menerapkan syariat muamalah Islam.
    Penggunaan mata uang dinar dan dirham masih dinilai sebagi doktrin negara islam menurut masyarakat awam. Bagaimana pun, katanya, bukanlah perkara  mudah untuk dapat menggantikan mata uang rupiah dengan koin perak dan emas seperti halnya dinar-dirham.
    “Penggunaan dinar-dirham bukan terlihat dari banyaknya masyarakat yang menggunakannya tetapi  yang terpenting adalah bagaimana masyarakat Indonesia bisa makmur dan pandai berusaha untuk  mengatur keperluan ekonominya dalam kehidupan sehari-hari“ ungkap Direktur  Gerai dinar  itu.(L/R-016/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply