Dr. Nabil Sha’ath: Indonesia Diharapkan Dukung Terus Palestina Sampai Merdeka

Nabil Sha'ath      Gaza, 24 Shafar 1434/6 Januari 2013 (MINA) – Anggota parlemen Palestina, Nabil Sha’ath berharap rakyat Indonesia, pemerintahnya dan para pemimpinnya serta organisasi-organisasi lainnya, tetap terus mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.

     “Indonesia diharapkan senantiasa bersama kami sampai kami mencapai kemerdekaan,” katanya saat diwawancarai koresponden MINA, Muhmamad Husein di Hotel Mathaf Gaza Utara.

      Nabil Sha’ath menegaskan bahwa Hamas dan Fatah tetap akan bersatu melawan penjajah Israel.

     Nabil Sha’ath, merupakan salah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina dengan nama lengkapnya adalah Nabil Ali Muhammad (Abu Rashid) Shaath atau dalam bahasa Arab: نبيل شعث, Nabil Shaʿath, lahir Agustus 1938 di Safad, kawasan Gelilea.

Berikut petikan wawancaranya:

Sejauh mana dukungan internasional terhadap kemerdekaan palestina?

       Banyak negara yang mendukung kemerdekaan Palestina. DiEropa dan benuabenua lainnya. Bahkan di Jerman 74% penduduknya mendukung kebebasan Palestina. Begitu juga Negara Negara Eropa lainnya, kecuali 3 negara (Inggris, Belanda, dan Jerman). Seluruh negara Eropa mendukung kami. dunia Arab, Afrika, dan dunia Islam secara umum termasuk Amerika Latin, mendukung kami.

       Namun tidak berarti semua pemerintahan di dunia mendukung kami. Sebagaimana kita ketahui Amerika Serikat  justru 100% mendukung Israel sehingga Israel menjadi negara yang kuat yang memiliki bom nuklir, roket, kubah besi (system pertahanan anti roket/rudal), drone, dll. Semua itu adalah berkat bantuan dari Amerika dan sekutunya yang termasuk didalamnya biaya perang.

Mesir diharapkan oleh dunia menjadi kekuatan baru di Timur Tengah?

       Saya cinta Mesir, saya cinta kepada pendahulupendahulu Mesir. Mesir memiliki posisi penting di dunia Arab, bahkan Mesir merupakan 1/4 negeri Arab. Kedepannya saya berharap Mesir mampu berperan lebih besar melalui jalur PBB dan lebih bersungguhsungguh berperan serta dalam menghadapi penjajahan Israel. Walaupun saya tahu ini perlu waktu. Mudah-mudah pemimpin baru Mesir (Muhammad Mursi) mampu berperan lebih besar untuk perjuangan kemerdekaan Palestina dan mampu meneggakkan pemerintahan yang demokratis untuk rakyatnya.

Bagaimana menurut Anda, apakah ada kendala rekonsiliasi?

      Memang ada kendala baik itu individual, politik, perbedaan pendapat, bahkan peretentangan. Ini berlangsung lama dan cukup menyakitkan. Namun pertemuan antara Khalid Misyal dan Abu Mazin, serta para pemimpin di kedua belah pihak yang difasilitasi oleh Mesir berhasil mencapai beberapa kesepakatan.

      Ada sedikit kendala lain yang muncul yaitu, perbedaan pendapat di dalam tubuh Hamas sendiri terkait kepempipinan. Di antaranya sebagian pemimpin Hamas tidak satu kata dengan Khalid Misyal. Khalid Misyal menolak menjabat kembali ketua biro politik Hamas, namun pihak pemerintah di Gaza masih bersikeras menginginkan beliau menjabat. Bahkan selama 2 bulan lalu Hamas berjalan tanpa pimpinan politik. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan pendapat khususnya terkait pemerintahan transisi yang dibentuk di jalur Gaza.

Bagaimana menurut Anda tentang perang 8 hari dan kemenangan Gaza?

      Dari dulu fraksi Fatah tetap konsisten pada upaya perjuangannya. Fatah selalu mengambil bagian dalam setiap perjuangan menuju kemerdekaan Palestina. Khusus perang  8 hari ini, 40 pendukung Fatah di antaranya 4 petinggi sayap militer Fatah syahid. Bahkan Fatah ikut serta dalam peluncuran lebih dari 600 roket ke arah sasaran di Israel. Ini menunjukkan kemenangan Gaza adalah kemenangan rakyat Palestina bukan kemenangan kelompok tertentu, ini adalah kemenangan hakiki berkat kesungguhan dan kegigihan perjuangan rakyat palestina.  

Bagaimana kesiapan Fatah untuk menghadapi kemungkinan pemilu di Gaza?

        Sebagaimana yang kalian lihat di hari jadi  Fatah kemarin, (red. ratusan ribu simpatisan Fatah, menghadiri hari jadi Fatah di Saraya, Gaza Jum’at 4 januari 2013, 13.00). Ini   menggambarkan kesiapan Fatah untuk menghadapi pemilu mendatang.

         

 Sudah berapa kali Anda bekunjung ke Indonesia?

      Saya sudah beberapa kali ziarah ke Indonesia, saya tau banyak tentang Indonesia, Sukarno, tentang rakyat Indonesia yang luar biasa. Saya terakhir berkunjung ke Indonesia adalah keBandung 4 tahun lalu, saat menghadiri konfrensi ke 50 KTT Bandung 2008.

Pesan Anda untuk Indonesia?

       Untuk rakyat Indonesia, pemerintahnya, para pemimpinnya dan organisasi-organisasi lainnya, saya berharap tetap terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina serta senantiasa bersama kami sampai kami mencapai kemerdekaan. (L/B-07/R-008/R-006).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply