PESAWAT TANPA AWAK AS BUNUH DUA WARGA AFGHANISTAN

      Teheran, 20 Shafar 1434/2 Januari 2013 (MINA) – Pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat (AS) kembali melakukan pembunuhan terhadap dua warga Afghanistan di provinsi Kunduz, Afghanistan Utara, Press TV melaporkan Selasa yang dikutip MINA.

      Menurut statistik yang diterbitkan oleh www.icasualties.org, 398 tentara asing tewas di Afghanistan tahun 2012 meningkat, dibandingkan tahun 2001, pasukan asing hanya 12 orang.
      AS dan Inggris menanggung sebagian besar beban dari serangan Taliban pada tahun 2012. Sebanyak 309 tentara AS dan 44 tentara Inggris tewas, termasuk 45 tentara dari negara-negara anggota NATO lainnya.
      Disamping itu, pasukan Afghanistan juga banyak yang menjadi korban sejak invasi pimpinan negara AS dan Inggris sejak tahun 2001.
      “Kami kehilangan sekitar seribu tentara yang menjadi pahlawan kami pada tahun 2012. Namun, kami tidak dapat menghitung berapa banyak pasukan Afghanistan yang terluka pada tahun 2012,” ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Zahir Azimi.
       Washington mengklaim target serangan pesawat tak berawak adalah al-Qaeda, namun para pejabat setempat dan saksi menyatakan bahwa warga sipil telah menjadi korban utama dari serangan itu selama beberapa tahun terakhir.
       AS juga sudah menargetkan target pembunuhan serupa melalui serangan drone di Yaman, Pakistan, dan Somalia.
       Jum’at (28/12) bulan lalu, The Nation Pakistan melaporkan serangan drone AS di Waziristan Utara, Pakistan telah menewaskan lima orang warga sipil dan melukai beberapa lainnya.
       Sehari setelahnya (29/12), giliran tiga warga Yaman Selatan tewas terkena serangan drone AS keempat dalam satu minggu terakhir, seperti yang dilaporkan News.com.au. Salah satu yang tewas diduga adalah pemimpin senior operasional al-Qaidah bernama Saleh Mohammed al-Ameri.
       Dua hari setelahnya, pihak al-Qaidah Yaman menyiarkan akan memberi hadiah 3 kg emas senilai US$ 160.000 kepada siapa pun yang berhasil membunuh Duta Besar AS di Sanaa, ibukota Yaman. Juga hadiah US$ 23.000 untuk setiap pembunuhan terhadap tentara Amerika.
       AS dan sekutunya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 sebagai bagian dari apa yang disebut perang Washington melawan teror. Serangan itu berhasil menumbangkan Taliban dari kekuasaan, tapi ketidakamanan terus meningkat di seluruh negeri, meskipun telah ditempatkan 100.000 pasukan pimpinan AS.(T/R-011/R-008/R-005).

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply