ERDOGAN: ASSAD SEDANG MENYESATKAN

      Libreville, 26 Shafar 1434/8 Januari 2013 (MINA) – Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan nasihat-nasihat dari Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak bisa dianggap demokratis, di mana Assad adalah orang yang membunuh rakyatnya sendiri dengan banyak bom dan jet.

     “Assad menganggap orang-orang  yang melawan dirinya sebagai anggota Al-Qaeda atau organisasi teroris lainnya sedang  dia adalah menyesatkan,” kata Erdogan dalam konferensi pers gabungan bersama rekan dari Gabon Raymond Ndong Sima di Libreville, Gabon, sebagaimana dikutip Anadolu Agency yang diterima Kantor Berita Mi’raj (MINA) Selasa (8/1).
     Edrogan menambahkan sampai sekarang Assad terus melakukan teror untuk warga Suriah. “Hal ini dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai demokrat dan tukang teror terkemuka,” kata Erdogan.
     Dia menggarisbawahi 50.000 warga Suriah tewas akibat teror di negara itu.  Sekitar 600.000 lainnya harus meninggalkan Suriah, sedang 2,5 juta warga  di Suriah harus meninggalkan rumah mereka.
     “Siapa yang bisa percaya Assad dan akan kembali ke rumah mereka? Siapa yang akan percaya pernyataan Assad tentang demokrasi? Koalisi Nasional Suriah telah diakui oleh lebih dari 100 negara di dunia dan aku ingin tahu berapa banyak negara yang tetap mengakui Assad, ” kata  Erdogan.
     Menurutnya, hanya ada satu cara bagi Assad untuk mengakhiri konflik, yaitu  dengan menghormati kehendak rakyat Suriah dan dia harus melakukannya.
     Sementara itu, AS juga mengutuk pidato Presiden Bashar al-Assad terbaru yang mengatakan rencana perdamaiannya tidak sesuai realita.
     Dalam pidAtonya pada Ahad (6/1) itu, Assad menyatakan visinya  adalah untuk mengakhiri konflik, serta mengatakan musuh-musuh Suriah akan “pergi ke neraka”.
     Departemen Luar Negeri AS menolak pidato presiden Suriah tersebut sebagai upaya sia-sia untuk mempertahankan kekuasaan di negara yang dilanda perang itu, dan mendesak Assad untuk mundur.(T/R-010/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply