DUBES PALESTINA OPTIMIS REKONSILIASI TERWUJUD

   Surabaya, 1 Rabiul Awwal 1434 /13 Januari 2013 (MINA) – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Faris Navi Mehdawi optimis terwujudnya rekonsiliasi perjuangan rakyat Palestina, dan itu akan mendatangkan kemenangan, katanya pada Tablig Akbar dan Solidaritas untuk Al Aqsha di Masjid Raudhatul Musyawwarah Surabaya, Ahad siang.
     “Ini kemenangan kita, rekonsiliasi Hamas dan Fatah segera terwujud,” ujar Mehdawi di hadapan ribuan jamaah yang dari dari kota Surabaya, Semarang, Solo, Wonogiri, dan sekitarnya.

Menurut Mehdawi, persatuan yang menjadi kunci kemenangan itu akan segera terwujud, meski berat tantangannya. Adanya rekonsiliasi, seperti pertemuan Hamas-Fatah yang difasilitasi Mesir bebrapa hari lau,  ditentang Zionis Israel. Karenanya Israel melakukan berbagai cara agar rekonsiliasi tidak terwujud.
     “Israel tentu tidak senang kami bersatu, maka mereka pasti akan melakukan berbagai cara untuk menggagalkannya,” kata Mehdawi.
    Kejahatan baru dipastikan akan dilakukan oleh Israel untuk mencegah terwujudnya kesatuan itu. Kejahatan yang kini tengah dilakukan Israel diantaranya membangun pemukiman baru bagi Yahudi di tanah milik rakyat Palestina.
     “Bahkan mereka juga membangun pemukiman di sekitar Al Aqsa dengan maksud untuk membatasi muslimin masuk beribadah di Al Aqsa,” katanya.
     Kemenangan bagi Palestina juga makin nyata dengan diterimanya Palestina sebagai negara di PBB, yang mendapat dukungan dari 100 negara, meski belum sepenuhnya. Diakuinya Palestina oleh PBB ini akan menyeret Israel ke Mahkamah Internasional untuk bertanggung jawab atas kejahatannya.
    Tapi, tambah Dubes Mehdawi, Israel justru melakukan kejahatan baru lagi, Israel telah melakukan embargo ekonomi pada Pemerintah Palestina, sehingga tidak bisa menggaji para pegawai. Para buruh juga tidak menerima upah gara-gara embargo Isrel itu.
     “Rakyat Palestina semakin menderita dengan adanya embargo ekonomi itu,” kata Mehdawi.
     Meski begitu, Palestina tetap optimis dengan kesabaran dan pertolongan dari Allah akan dapat melewati semua itu, karena sudah terbiasa dialami oleh rakyat Palestina. Seperti bangsa Indonesia yang telah dijajah selama 350 tahun dengan kesabaran dan perjuangan akhirnya bisa merdeka,” kata Mehdawi optimis.
    Dukungan dari bangsa-bangsa lain terhadap Palestina juga makin banyak, Eropa dan Asia mendukung, termasuk Indonesia, negeri mayoritas berpenduduk muslim sebagai negeri yang paling besar dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Adanya dukungan itu akan semakin dekat untuk kemengangan Palestina yang berarti juga bebasnya Masjid Al-Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel.
     “Insya Allah nanti kita akan sama-sama shalat berjamaah di Masjid Al-Aqsha, Allahu Akbar,” tegas Mehdawi.
    Kegiatan Tablig Akbar dan Solidaritas untuk Al-Aqsha di Surbaya diselenggarakan oleh Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dan Aqsa Working Group (AWG) diikuti oleh ribuan muslimin dari berbagai daerh di Indonesia. Bahkan hadir pula peserta berasal dari Malaysia dan Uganda.
    Bertindak sebagai pembicara di antaranya, Imaamul Muslimin Muhyiddin Hamidy, tokoh ulama Malaysia DR Abdul Halim bin Abdul Hamid, dan Pembina Aqsa Working Group (AWG) Jakarta Ketua Pelaksana Konfernsi Internasional Pembebasan Al Quds, KH Yaksyallah Mansur. (L.B-001/R-008/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply