FATAH-HAMAS SEPAKATI REKONSILIASI PALESTINA

       Gaza, 6 Rabiul Awwal 1434/ 18 Januari 2013. (MINA) – Fatah dan Hamas menyepakati jadwal pelaksanaan rekonsiliasi Palestina. Hal itu disepakati delegasi Hamas Musa Abu Marzuq dan delegasi Fatah Azzam Al-Ahmad, pada pertemuan rekonsiliasi di Kairo, Kamis malam (17/1).
       Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) untuk kawasan Timur Tengah M. Husain melaporkan, kesepakatan rekonsiliasi merupakan lanjutan pertemuan sebelumnya guna mengakhiri perpecahan di dalam perjuangan Palestina.       

       Azzam Al-Ahmad mengatakan, pertemuan di antaranya menyepakati dibentuknya komite untuk mengembangkan dan mengaktifkan pertemuan-pertemuan rekonsiliasi bagi pembebasan Palestina.
       “Rencananya akan ada pertemuan lanjutan tentang hal ini tanggal Sembilan Februari mendatang di Kairo,” ujarnya.
       Delegasi Hamas Abu Marzuq menyebutkan, pertemuan juga menyepakati Undang-Undang Pemilihan Dewan Nasional Palestina dan pembentukan suatu komisi pemilihan Dewan Nasional di luar negeri.
       “Pelaksanaan lanjutan kegiatan Komisi Pemilu Nasional akan dilaksanakan di Tepi Barat maupun Jalur Gaza, paling lambat sampai 30 Januari mendatang,” Kata Abu Marzuq.
       Pertemuan juga menyetujui dimulainya konsultasi untuk membentuk pemerintahan baru Palestina, paparnya.
       Koresponden MINA melaporkan, pemerintah Mesir yang memfasilitasi pertemuan sangat menghargai keseriusan kedua belah pihak dalam merespon berbagai aspirasi dan tuntutan rakyat Palestina. Mesir akan terus mengawal jalannya proses pelaksanaannya serta akan berusaha untuk mengatasi setiap hambatan yang mungkin terjadi.
       Menanggapi pertemuan itu, pengamat politik di Jalur Gaza, Sami Al-Qadra mengatakan, sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi bagi kedua belah pihak dalam kesepakatan rekonsiliasi.
      “Masalahnya ada pada beberapa negara asing yang tidak menginginkan rekonsiliasi itu terjadi,”ujar Al-Qadra, yang juga salah seorang insinyur Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza. (L.R014/R019/R005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply