GEDUNG PUTIH DAN PENTAGON BERSELISIH DALAM INTERVENSI MALI

      Washington, 8 Rabiul Awal 1434/20 Januari 2013 (MINA) – Pejabat Gedung Putih dan Pentagon berselisih pendapat untuk segera melakukan intervensi militer di Mali, sebagaimana dilaporkan PressTV.

   Pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya, pada Jumat (18/1) mengatakan ada perdebatan tajam antara Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS mengenai apakah pejuang di utara Mali sudah menjadi ancaman sehingga memerlukan sebuah aksi militer.
   Pejabat tingkat atas Pentagon memperingatkan bahwa jika Washington tidak melakukan langkah-langkah agresif, Mali bisa berubah menjadi surga yang aman bagi kelompok-kelompok ekstremis. Namun, pejabat senior Gedung Putih membantah anggapan Pentagon bahwa pasukan oposisi di Mali bisa menimbulkan ancaman bagi AS di masa depan.
   Para staf Gedung Putih dilaporkan menyatakan konflik di Mali kali ini bila tak ditangani dengan serius bisa menyeret AS ke dalam masalah seperti Afghanistan.
   “Pertanyaan kita semua adalah, apa ancaman mereka untuk Amerika? Jawabannya sejauh ini tidak ada, “kata seorang pejabat pemerintah.
   Sementara itu, Perancis dan beberapa negara Afrika telah mengirim pasukan ke negara Afrika barat tersebut dengan dalih untuk menghentikan kemajuan oposisi yang telah menduduki bagian utara Mali sejak April.
   Dilain pihak, tentara Mali telah mengumumkan berhasil menghadang pasukan oposisi di luar markas mereka di utara, tetapi Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi tetap ragu konflik akan berakhir dalam waktu dekat.
   Kekacauan pecah di Mali setelah Presiden Amadou Toumani Toure digulingkan dalam kudeta militer pada tanggal 22 Maret 2012. Para pemimpin kudeta mengatakan alasan mereka melakukan kudeta untuk menanggapi ketidakmampuan pemerintah menangani permasalahan Tuareg di bagian utara yang telah berlangsung selama dua bulan.(T/R-007/R-008).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply