HAMAS KECAM PENODAAN TERHADAP MASJID EL-IBRAHIMI

     Al-Khalil, 4 Rabiul Awal 1434/16 Januari 2013 (MINA) – Gerakan perlawanan Hamas mengecam keras aksi represif yang dilakukan Israel terhadap Masjid Al-Ibrahimi di kota Hebron.

    Hamas mengatakan, upaya Israel untuk menerapkan realitas baru di Masjid Al-Ibrahimi melalui penyerbuan yang terus menerus ke tempat tersebut, seperti yang dilakukan sayap kanan Evigdor Lieberman yang dikawal tentara Israel merupakan penodaan terhadap tempat-tempat suci Islam.
    Tindakan Israel tidak akan bisa menghapus status keislaman wilayah tersebut. Kota Hebron akan tetap menjadi milik ummat Islam dan Masjid Al-Ibrahimi. Hamas akan tetap melawan setiap upaya yahudisasi tempat suci ummat Islam.
    Dalam hal ini, Hamas menyerukan rakyat Palestina untuk bersatu padu, satu barisan dalam menghadapi setiap pelanggaran yang dilakukan secara terus menerus oleh Israel terhadap tempat suci dan tanah Palestina.
    
      Penistaan yang berulang
    Seorang peneliti Palestina telah mencatat ada lebih dari 660 kali penodaan sejak tahun 1967 (sejarah masjid awal dijajaha) hingga akhir 2000. Ditambah ratusan kali penodaan sering berulang sejak tahun 2000.
   Peneliti Palestina, Muhammad Deyab Abu Saleh, menjelaskan macam-macam pelecehan dan penodaan seperti pembunuhan, penghinaan, pemukulan, pengumpatan, menghina nama Tuhan dan Islam, mengganggu orang sholat, bahkan dilarang sholat, meletakkan bahan-bahan kimia di air minum, di pintu, di jendela dan sajadah.
    Terkait serangkaian penindasan yang dialami Masjid Ibrahimi, peneliti dan pengarang buku “Khalil, kota Arab Islami” ini meringkasnya dalam beberapa hal. Diantarannya; dijadikan tempat menyanyi, berdansa, kemaksiatan, khitan, memasukkan anjing, merubah tanda bangunan dan membuat portal di tempat masuk masjid. Ditambah lagi membagi dua dan merubah sebagian tempat di masjid menjadi sinagog Yahudi. Meletakkan kamera pemantau, kamera mata-mata dan alat penyadap di pojok-pojok masjid.
    Penindasan yang paling terkenal dan pertama kali dilakukan adalah tanggal 8 Juni 1967, menurut peneliti Palestina itu, karena ketika menjajah kota Khalil, Israel langsung menduduki Masjid Ibrahimi. Dengan paksa mereka masuk masjid diikuti petinggi rahib Yahudi dan mengibarkan bendera Zionis Israel di atas masjid lalu melarang umat Islam sholat didalamnya. Ia menambahkan, penindasan dan penodaan terhadap Masjid Ibrahimi itu terus berlangsung hingga penggrebekan. Aksi-aksi penindasan yang paling populer adalah sebagai berikut:
    – 18 Desember 1967: penjajah Israel memasukkan lemari kayu yang didalamnya ada Kitab Taurat ke dalam masjid.
    – 11 Oktober 1968: tangga yang menuju ke masjid dirobohkan dan menghancurkan sumur bersejarah yang bersebelahan dengan pagar masjid.
    – 31 Oktober 1968: petinggi militer di Khalil memerintahkan kepala wakaf dan arsif untuk mencaplok Ya’qubiyah (bagian dari masjid) dan menjadikannya sebagai tempat ibadah orang Yahudi.
    – 2 November 1976: 15 pemukim Yahudi masuk ke masjid dan merobek mushaf Al-Qur’an serta menginjak-injaknya. Di dalam masjid, mereka sempat tinggal sampai beberapa jam.
    – 13 Januari 1977: seorang serdadu Israel berdiri di belakang jama’ah sholat Zuhur dan melempar bahan seperti cabe sehingga jama’ah sesak napas dan pilek.
    – 13 Mei 1987: serdadu Israel yang berada di masjid mencela nama Rasulullah SAW saat kumandang azan dan mengancam dengan pembunuhan jika dilanjutkan.
    – 13 Oktober 1987: Penguasa kota memerintahkan kepala arsif untuk memasang alat-alat elektronik di tiga pintu masuk utama masjid, memasang kamera televisi dan pintu otomatis.
    – 18 September 1991: pemukim Yahudi melemparkan kursi ke arah jama’ah sholat Ashar, mengobrak-abrik portal besi lalu masuk ke masjid dengan sepatu dan sandal mereka. Kemudian memukuli orang-orang tua dan lemah.(T/R-018/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply