HANIYA PERINGATKAN RENCANA ISRAEL MEMBAGI YERUSALEM

   Gaza, 25 Shafar 1434/7 Januari 2013 (KUNA/MINA) – Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza Ismail Haniyeh pada Ahad (6/1) memperingatkan terhadap rencana Israel untuk membagi kota suci Yerusalem.

   Dalam pertemuannya dengan delegasi Maroko di Gaza, Haniyeh mendesak Komite Al-Quds yang berbasis di Rabat untuk mengadakan sidang darurat untuk membahas bagaimana untuk menggagalkan rencana Israel.
   “Semua negara-negara Muslim harus bergabung dan mengembangkan strategi tunggal untuk melindungi identitas Islam dan warisan dari kota suci dan membebaskan Palestina dari pendudukan Israel,” tegasnya.
   Haniyeh mengucapkan terima kasih kepada pemimpin dan rakyat Kerajaan Maroko untuk dukungan mereka ke Jalur Gaza selama agresi Israel terakhir di pertengahan November 2012.
   Dia mengatakan ketika menyambut delegasi Maroko, kunjungan ini mengikuti perang delapan hari Israel di Gaza dan bertepatan dengan perubahan radikal di kawasan Arab.
   “Misalnya, Mesir selama perang Gaza pada November lalu benar-benar berbeda dari Mesir selama ‘ perang Al-Forqan ‘ (dikenal di Israel sebagai Operasi Cast Lead) pada musim dingin 2008-2009,” jelasnya.
   Didirikan oleh konferensi keenam dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada tahun 1975, Komite Al-Quds diketuai oleh Raja Maroko Mohammad VI.
   Secara terpisah, Haniyeh menerima delegasi Malaysia sekarang pada kunjungan ke Gaza untuk mengungkapkan solidaritas dengan penduduknya.
   “Memang, Yerusalem adalah ribuan mil jauhnya dari Anda, tetapi kunjungan Anda ke Gaza menunjukkan bahwa tidak ada jarak antara Anda dan kami. Anda akan dapat mengunjungi Yerusalem setelah pembebasan Insya Allah,” katanya.
   “Kunjungan berturut-turut oleh delegasi dari puluhan negara saudara adalah bukti legitimasi Gaza dan keadilan perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel,” katanya kepada tamu Malaysia itu.
   Masalah Palestina adalah penyebab utama dari seluruh dunia Muslim sehingga rakyat Palestina tidak boleh ditinggalkan sendirian dalam perjuangan melawan pendudukan, ia menambahkan.
   Dia menegaskan kembali komitmen terhadap upaya yang bertujuan untuk memperkuat persatuan nasional Palestina sebagai cara untuk membebaskan wilayah Palestina. (T/R-019/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply