Indonesia Lepas Tim Pengamat Tahap Kedua ke Filipina Selatan

      Jakarta, 22 Shafar 1434/ 4 Januari 2013 (MINA) – Indonesia sebagai Ketua Komite Perdamaian di Filipina Selatan resmi melepas Tim Pengamat Perdamaian Tahap Dua ke Filipina Selatan. Tim yang beranggotakan lima orang personil Kemlu  itusecara resmi dilepas oleh Dirjen Multilateral Kemlu, Dubes Hasan Kleib, di Pejambon Kamis (3/01).

      Selain pelepasan Tim Pengamat Indonesia (TPI) tahap kedua, Dirjen Multilateral dan beberapa undangan juga menyambut kembalinya TPI tahap pertama yang telah menjalankan tugasnya selama enam bulan di Filipina Selatan.

     Dirjen Multilateral atas nama Pemerintah RI menyatakan apresiasi kepada kedua Tim Pengamat Indonesia yang tergabung dalam International Monitoring Team (IMT).

     “Terima kasih yang setinggi-tingginya kami ucapkan atas nama pemerintah Indonesia untuk keberhasilan TPI tahap pertama dan selamat menjalankan tugas kepada TPI tahap kedua”, ujar Dubes Hasan Kleib.

       Dubes Hasan Kleib mengingatkan bahwa pengiriman tim pengamat ke Filipina ini adalah perwujudan nyata Politik Luar Negeri Indonesia.

      “Pengiriman Tim ini merupakan inisiatif Indonesia untuk membantu terciptanya perdamaian di Filipina”, tambah Dirjen Hasan Kleib.

      Lebih lanjut, Dubes Hasan Kleib menyampaikan bahwa sebagai Ketua Komite Perdamaian di Filipina, Indonesia akan terus berkontribusi guna memberikan solusi damai bagi pihak yang bertikai.

    “Perdamaian di Filipina Selatan ini tentu akan berkontribusi bagi stabilitas kawasan, terutama ASEAN”.

     Kepada TPI kedua, Dubes Hasan mengingatkan bahwa tugas mereka tidak akan berbeda dengan Tim sebelumnya.

    “Terus lanjutkan upaya perdamaian yang telah dicapai agar tercipta suatu proses yang berkesinambungan,” katanya.

      Atas dasar tersebut pula, Dubes Hasan mempertemukan kedua Tim Pengamat dalam sebuah forum diskusi untuk saling bertukar pengalaman.

     “Kedatangan kita sama halnya dengan bertamu”, ucap Dubes Hasan. Ia meminta agar Tim cepat beradaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat dan mampu mempelajari budaya yang ada.

      Peran Indonesia dalam IMT sangat esensial dalam menciptakan situasi damai di Filipina Selatan. Hal ini terbukti dari menurunnya angka pelanggaran keamanan yang terjadi sejak IMT ditugaskan.

      Direncanakan TPI tahap kedua akan diberangkatkan ke Filipina Selatan Jumat pagi (4/01). Lima orang TPI sipil tahap kedua selanjutnya akan bergabung dengan sepuluh TPI dari unsur TNI yang masih bertugas di Mindanao sampai dengan 30 Juni 2013.

     Kelima orang TPI ini akan menjalani masa orientasi singkat di Markas IMT di Cotabato City setelah itu mereka akan ditempatkan di lima IMT Team Site, yaitu Cotabato City, Illigan City, Zamboanga City, General Santos City dan Davao City.

Komitmen Indonesia

      Indonesia senantiasa berkomitmen penuh dalam pencapaian perdamaian komprehensif di Filipina Selatan.

      Hal ini terlihat dari partisipasi Indonesia sejak 1992 dalam proses perdamaian antara The Government of the Philippines (GPH) dengan Moro National Liberation Front (MNLF) dalam kerangka OKI yang telah menghasilkan Perjanjian Perdamaian 1996.

     Selain itu, Indonesia kini juga terlibat dalam Tim Pengamat Indonesia (TPI) dalam konteks proses perdamaian antara GPH dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF).

      IMT saat ini terdiri dari 6 negara dengan kekuatan 55 personil (sipil-militer), yaitu Malaysia (19 orang), Indonesia (15 orang), Brunei (15 orang), EU (2 orang), Jepang (2 orang), dan Norwegia (2 orang). (T/R-014/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply